Menu

Dark Mode
Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas Jampidsus Febrie Diminta Mundur Demi Jaga Marwah Kejagung dan Pemerintahan Prabowo Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

Opini

Sapi Punya Susu Pejabat, Kejar Rente Impor

Avatarbadge-check


					Peternak sapi perah dan pengepul susu di Boyolali memprotes pembatasan kuota susu lokal dengan menggelar aksi mandi susu. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho) Perbesar

Peternak sapi perah dan pengepul susu di Boyolali memprotes pembatasan kuota susu lokal dengan menggelar aksi mandi susu. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Lagi-lagi sektor usaha rakyat, terjegal oleh nafsu rente para pejabat yang membidangi impor susu. Adanya kebijakan oleh Industri Pengolahan Susu (IPS), tentang pembatasan kuota susu perah dari peternak sapi di Boyolali, mengakibatkan terjadinya kelebihan produksi susu sapi sebesar 30.000 liter/hari atau sekitar Rp 400 juta.

Akibat dari pembatasan kuota susu sapi oleh IPS, telah memicu aksi massa para peternak sapi di Boyolali, dengan membuang 50 Ton susu di depan kantor Dinas Peternakan Boyolali, bahkan sebagian susu digunakan untuk mandi oleh para peternak sapi, sebagai bentuk protes.

Aksi buang susu sapi perah sebanyak 50 ton, oleh para peternak sapi di Boyolali, merupakan peristiwa yang kontraproduktif terhadap program makan bergizi gratis dan upaya untuk mengatasi kasus stunting yang masih terjadi, diberbagai daerah di Indonesia.

Pembatasan kuota susu oleh IPS, disinyalir karena adanya kuota impor susu dari luar negeri, dengan fasilitas kemudahan import. Produksi susu lokal untuk kebutuhan dalam negeri baru sekitar 20 persen, sisanya sekitar 80 persen kebutuhan susu dalam negeri berasal dari impor.

Oleh sebab itu, jika pemerintah lebih mengedepankan perlindungan terhadap sektor produksi susu lokal, tidak akan terjadi kelebihan produk susu local yang memicu aksi unjuk rasa para peternak sapi perah.

Fenomena import komoditi pangan yang berdampak terhadap melemahnya produksi pangan dalam negeri, sudah saatnya membutuhkan campur tangan pemerintah pusat, mengingat kebijakan yang mengutamakan produk pangan import, semata-mata karena adanya praktek mengejar rente dari para oknum pejabat, tanpa mempertimbangkan dampak terpuruknya para petani dan peternak di dalam negeri.

Aksi unjuk rasa Boyolali, hendaknya menjadi tantangan pemerintah Prabowo, untuk menindak tegas para pemangku kebijakan import yang semata-mata mengejar rente.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)

Jampidsus Febrie Diminta Mundur Demi Jaga Marwah Kejagung dan Pemerintahan Prabowo

10 July 2026 - 09:12 WIB

Jampidsus Febrie Diminta Mundur (Sumber: Center of Energy and Resources Indonesia/ CERI)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.
Populer Berita Hukum