Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Daerah

Hari Ibu, Aktivis Aceh Ini Keluhkan Kekerasan Anak dan Perempuan di Pidie Memprihatinkan.

Avatarbadge-check


					Koordinator Presidium Majelis Daerah Forum Alumni HMI wati (MD FORHATI) Kabupaten Pidie, Cut Farhani. Perbesar

Koordinator Presidium Majelis Daerah Forum Alumni HMI wati (MD FORHATI) Kabupaten Pidie, Cut Farhani.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Koordinator Presidium Majelis Daerah Forum Alumni HMI wati (MD FORHATI) Kabupaten Pidie, Cut Farhani mengucapkan selamat atas perayaan Hari Ibu Nasional 2024.

Hal itu disampaikannya saat mengikuti peringatan Milad FORHATI Nasional yang ke 26 Tahun dan Talkshow Peringatan Hari Ibu Nasional dengan tema Solusi Mengatasi Pelecehan Seksual & Pemerkosaan Terhadap Remaja, Masa Kini dan Mendatang yang dilaksanakan oleh Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM) di Jakarta.

Baca juga:
Welcome Back Exxon di Aceh

“Kegiatan itu mengupas tentang darurat kekerasan seksual secara nasional, Indonesia masih berada dalam status tersebut, kondisi itu sungguh sangat prihatin terhadap generasi penerus,” ungkapnya dalam keterangannya, (22/12).

Menurutnya, momentum Hari Ibu Nasional 2024 harus dirayakan dengan upaya serius melawan kekerasan seksual yang menimpa para remaja laki-laki dan dominannya kalangan perempuan sebagai korban.

Lanjutnya, di Pidie angka kekerasan seksual terhadap anak dan kekerasan terhadap perempuan menunjukkan angka yang terus meningkat tiap tahun. “Pada tahun 2023 kekerasan terhadap perempuan sebanyak 4 kasus, 8 kasus pada tahun 2024,” ungkap Cut Farhani.

Sedangkan kasus kekerasan terhadap anak, tahun 2022 terjadi sebanyak 40 kasus, 2023 sebanyak 29 kasus dan 26 kasus pada tahun 2024. Meski terjadi penurunan, angka kekerasan seksual terhadap malah kian meningkat.

Menurutnya, masih banyak kasus kekerasan terhadap anak dan kekerasan terhadap perempuan yang tak jadi dilaporkan ke pihak Polres Pidie atau ke Dinas P3AKB Pidie atau diselesaikan secara kekeluargaan.

Ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pidie bersama aparat penegak hukum, Polres Pidie dan pegiat sosial untuk bersama melaporkan segala yang berkenaan dengan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Butuh kerjasama semua elemen melawan darurat kekerasan seksual, ayuk ambil bagian menyelamatkan anak bangsa. Selamat Hari Ibu Nasional 2024,” tutupnya.

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update