Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Daerah

Hari Ibu, Aktivis Aceh Ini Keluhkan Kekerasan Anak dan Perempuan di Pidie Memprihatinkan.

Avatarbadge-check


					Koordinator Presidium Majelis Daerah Forum Alumni HMI wati (MD FORHATI) Kabupaten Pidie, Cut Farhani. Perbesar

Koordinator Presidium Majelis Daerah Forum Alumni HMI wati (MD FORHATI) Kabupaten Pidie, Cut Farhani.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Koordinator Presidium Majelis Daerah Forum Alumni HMI wati (MD FORHATI) Kabupaten Pidie, Cut Farhani mengucapkan selamat atas perayaan Hari Ibu Nasional 2024.

Hal itu disampaikannya saat mengikuti peringatan Milad FORHATI Nasional yang ke 26 Tahun dan Talkshow Peringatan Hari Ibu Nasional dengan tema Solusi Mengatasi Pelecehan Seksual & Pemerkosaan Terhadap Remaja, Masa Kini dan Mendatang yang dilaksanakan oleh Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM) di Jakarta.

Baca juga:
Welcome Back Exxon di Aceh

“Kegiatan itu mengupas tentang darurat kekerasan seksual secara nasional, Indonesia masih berada dalam status tersebut, kondisi itu sungguh sangat prihatin terhadap generasi penerus,” ungkapnya dalam keterangannya, (22/12).

Menurutnya, momentum Hari Ibu Nasional 2024 harus dirayakan dengan upaya serius melawan kekerasan seksual yang menimpa para remaja laki-laki dan dominannya kalangan perempuan sebagai korban.

Lanjutnya, di Pidie angka kekerasan seksual terhadap anak dan kekerasan terhadap perempuan menunjukkan angka yang terus meningkat tiap tahun. “Pada tahun 2023 kekerasan terhadap perempuan sebanyak 4 kasus, 8 kasus pada tahun 2024,” ungkap Cut Farhani.

Sedangkan kasus kekerasan terhadap anak, tahun 2022 terjadi sebanyak 40 kasus, 2023 sebanyak 29 kasus dan 26 kasus pada tahun 2024. Meski terjadi penurunan, angka kekerasan seksual terhadap malah kian meningkat.

Menurutnya, masih banyak kasus kekerasan terhadap anak dan kekerasan terhadap perempuan yang tak jadi dilaporkan ke pihak Polres Pidie atau ke Dinas P3AKB Pidie atau diselesaikan secara kekeluargaan.

Ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pidie bersama aparat penegak hukum, Polres Pidie dan pegiat sosial untuk bersama melaporkan segala yang berkenaan dengan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Butuh kerjasama semua elemen melawan darurat kekerasan seksual, ayuk ambil bagian menyelamatkan anak bangsa. Selamat Hari Ibu Nasional 2024,” tutupnya.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum