Menu

Dark Mode
Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

Ekonomi

Lion Group Bidik Investasi di Aceh

Avatarbadge-check


					Ilustrasi Lion Group. Perbesar

Ilustrasi Lion Group.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Lua Nanggroe, Teuku Emi Syamsyumi, mengatakan Lion Group berkeinginan untuk berinvestasi di Aceh.

Perusahaan itu membidik empat sektor, yaitu pertambangan emas, minyak dan gas bumi, kelautan dan perikanan (termasuk garam), serta perkebunan (gandum dan jagung).Demikian dikatakan Abu Salam usai pertemuan lanjutan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Aceh) dan delegasi investor dalam rangka mendiskusikan rencana investasi di Banda Aceh, Selasa, 7 Januari 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Chairman of Lion Group Malaysia, Tan Sri William Cheng, mengatakan rencana investasi itu dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Paling singkat, kata dia, 10 tahun atau telah melawati satu siklus masa payback period.

Untuk itu, menurut dia, dibutuhkan ketersediaan sumber daya yang mencukupi, serta dukungan infrastruktur. Di antaranya lahan dengan luas minimal 5.000 hektare dan status tanah yang jelas, akses jalan dan transportasi, ketersediaan energi yang murah, serta kemudahan dalam pengurusan perizinan.

Pihaknya berjanji akan patuh terhadap ketentuan pembayaran pajak, royalty, dan juga penggunaan tenaga kerja lokal. Ia berharap agar investasi ini dapat menguntungkan kedua belah pihak, yaitu: investor dan pemerintah atau rakyat Aceh.

Pertemuan ini juga menghadirkan para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait. Yaitu Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Biro Perekonomian Setda Aceh.Pertemuan yang berlangsung secara hybrid ini dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda, Ahmad Dadek.

Dalam sambutannya Kepala Bappeda Aceh menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh menyambut baik kehadiran investor dan meminta kepada Kepala SKPA agar dapat memberikan informasi yang lebih clear tentang potensi investasi di Aceh serta memberi kemudahan kepada para investor agar tertarik untuk merealisasikan investasinya di Aceh.

[red]

Berita Terbaru

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)
Populer Berita Hukum