Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Opini

Prabowo Subianto & Operasi Garis Dalam

Avatarbadge-check


					Prabowo Subianto, Presiden Indonesia. Perbesar

Prabowo Subianto, Presiden Indonesia.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Rocky Gerung dalam ILC 27 Februari 2025 mengatakan, pernyataan publik akan menghasilkan opini publik. Oleh sebab itu opini publik selalu terpecah belah.

Fenomena opini publik yang terpecah belah, telah menyebabkan carut marut kehidupan berbangsa bernegara. Hari ini jutaan rakyat Indonesia mengalami kebingungan, akibat kesimpangsiuran informasi dan kebijakan pemerintah yang tumpang tindih serta penegakan hukum yang mengedepankan standar ganda.

Bopeng potret Indonesia hari ini, dipicu oleh pikiran Jokowi yang kental oleh otoritarian personality. Demokrasi dan konstitusi telah dirusak oleh ide Jokowi yang otoritarian personality, seperti keinginan mantan Presiden Jokowi untuk memperpanjang jabatan presiden.

Keinginan Jokowi menempatkan anaknya sebagai wakil presiden, keinginan Jokowi memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan utara dan keinginan Jokowi menjadikan institusi hukum sebagai algojo untuk menyandera para lawan politiknya.

Otoritarian personality dari pikiran Jokowi yang paling kejam adalah menghancurkan KPK sebagai lembaga rasuah dengan prestasi menurunkan indek korupsi dengan nilai 40. Inisiatif Jokowi untuk menghancurkan KPK, semata-mata untuk menyelamatkan anak-anaknya yang akan ikut Pilkada dan Pilpres.

Tapi Jokowi tidak perduli terhadap perampokan uang negara hingga triliunan rupiah dan merosotnya kualitas demokrasi akibat penegakan hukum abal-abal.

Hari ini ada public statement “bayar, bayar, bayar” dan “hidup Jokowi” yang menghasilkan public opini seperti “mau jadi polisi bayar polisi” dan “mau jadi presiden puji presiden”. Opini publik ini sangat menggelitik nurani dan menimbulkan perdebatan luas diberbagai kalangan masyarakat.

Perdebatan yang terus bergulir, untuk mencari jawaban kebenaran. Sementara di negeri ini, kebenaran tergantung siapa yang mengatakan. Ketika muncul opini mau jadi polisi bayar polisi, rasanya tidak terlalu sulit untuk menjawab opini tersebut memiliki kebenaran.

Tapi untuk menjawab opini mau jadi presiden puji presiden, agaknya membutuhkan ekstra keras berfikir. Gatot Nurmantyo dalam podcash Hersubeno Arief, pernah mengatakan, merapatnya Prabowo ke kubu Jokowi paska pilpres 2019, sebagai strategi Prabowo dalam melaksanakan “operasi garis dalam”.

Maksud dari pernyataan Gatot, adalah untuk merebut kekuasaan presiden, Prabowo harus masuk dalam kekuasaan Jokowi.

Operasi garis dalam, adalah taktik intelijen tempur yang kerap digunakan oleh pasukan sandhi yudha atau sebagai implementasi dari kontra intelijen, dalam rangka mengetahui kekuatan, kelemahan, rencana lawan dan menghancurkan lawan dari dalam.

Operasi garis dalam, dilaksanakan melalui kegiatan penetrasi tertutup kedalam kubu lawan. Mari kita amati, bagaimana Prabowo merapat ke kubu Jokowi. Paska Pilpres 2019, posisi Prabowo adalah sebagai pihak yang kalah, kemudian apakah saat Prabowo berada di kubu Jokowi, mampu melemahkan kekuatan Jokowi.

Ini adalah public statement untuk memicu munculnya public opini, dalam rangka menjawab makna yang terkandung dari public statement “Hidup Jokowi” yang diucapkan presiden Prabowo.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)
Populer Berita Hukum