Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Ekonomi

CERI: Gubernur Aceh Tidak Mudah Percaya Janji Manis Pertamina soal Proyek PLTP

Avatarbadge-check


					Strategi Pembangunan Aceh Bermartabat Gubernur Aceh Terpilih Muzakir Manaf Perbesar

Strategi Pembangunan Aceh Bermartabat Gubernur Aceh Terpilih Muzakir Manaf

Jakarta, Indonesiawatch.id – Pernyataan resmi emiten cucu usaha PT Pertamina (Persero) atau anak usaha Subholding PT Pertamina Power Indonesia oleh Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Edwil Suzandi pada Jumat (21/3/2025) yang dikutip media bahwa PGE berkomitmen untuk memastikan pengembangan Wilayah Kerja Panas bumi (WKP) Seulawah Agam menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP).

Hanya saja pernyataan itu agak sulit dipercaya. Pasalnya, sejak pertama tender WKP Seulawah Agam dimulai pada tahun 2011 dan telah ditetapkannya perusahaan patungan antara PT Pertamina Geothermal Energi yang memiliki 75% saham dengan PT Pembangunan Aceh dengan 25% saham yang bernama PT Geothermal Energi Seulawah (GES) sebagai operator WKP Seulawah Agam pada 1 November 2013 oleh Gubernur Aceh, terbukti hingga saat ini belum melakukan kegiatan pemboran eksplorasi

“Ironisnya membebaskan dan menyiapkan lokasi tapak bor pun belum dilakukan. Ini parah betul” ungkap Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman, Minggu (23/3/2025).

Hal tersebut, lanjut Yusri, terbukti dari pernyataan Edwil Suzandi di media yang menyatakan masih akan membebaskan lahan dan melakukan sosialisasi.

“Apalagi mengingat sejak tahun 1989 hingga 1995 kami sebagai pengelola PT Tenaga Nusantara Group yang telah dipercaya oleh Pertamina Dinas Geothermal Pusat melakukan survei geologi, geokimia dan geofisika di hampir 75% lapangan panas bumi di seluruh Indonesia, semua hasil laporannya pasti ada tersimpan di kantor Pertamina Geothermal Energi,” ungkap Yusri.

Khusus di Sumatera, lanjut Yusri, dari studi sudah ada hasilnya berupa PLTP Sibayak, PLTP Sipirok dan PLTP Sorik Merapi (Sumut), PLTP Gunung Talang dan PLTP Muara Laboh (Sumbar), PLTP Lumut Balai (Sumsel), PLTP Hululais (Bengkulu), PLTP Sungai Penuh (Jambi), PLTP Rajabasa dan PLTP Soch Sekincau serta PLTP Ulu Belu di Lampung yang dikerjakam oleh Pertamina ataupun swasta nasional.

“Ironisnya, dari survei yang pernah kami lakukan di Pulau Weh Sabang, Gunung Seulawah Aceh Besar kala itu waktunya hampir bersamaan dengan daerah lainnya, tetapi anehnya mengapa ada kesan upaya pemanfaatan potensi panas bumi untuk PLTP di Aceh dianaktirikan, itulah pertanyaan yang belum terjawab oleh kami,” ungkap Yusri.

Sehingga, kata Yusri, CERI pada September 2024 sempat mempertanyakan arah kebijakan Pertamina Geothermal yang akan berinvestasi di luar negeri setelah berhasil meraup dana segar sekitar Rp 9 triliun di pasar modal pada 24 Februari 2023.

Mengingat kebijakan Pemerintah era Suharto pada sekitar tahun 1970 telah memerintahkan Pertamina untuk mendirikan Dinas Geotermal. Tujuannya untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi panas bumi untuk kemajuan negeri ini bukan kepentingan asing.

“Oleh sebab itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem bukanlah seperti Pj Gubernur atau Gubernur Aceh sebelumnya yang mudah percaya akan janji-janji manis Pertamina,” ungkap Yusri.

Dikatakan Yusri, Mualem jadi pemimpin politik di Aceh berasal dari proses memimpin pasukan atau kombatan di lapangan dalam bertempur. Lazimnya tipe pemimpin seperti ini sangat peka akan kesulitan dan kesusahan anggotanya dan rakyat di pedesaan selama dia bergerilya.

“Analisa kami, ke depan Mualem akan memberikan rekomendasi ke Menteri ESDM untuk perpanjangan hak pengelolaan WKP Seulawah Agam yang akan berakhir waktunya pada 8 April 2025 dengan komposisi saham mayoritas kepada PT Pembangunan Aceh di dalam PT Geotermal Energi Seulawah, tetapi harapan kami kepada Mualem, pilihlah putra daerah yang berintegritas duduk sebagai Direksi di PT PEMA dan di PT Geothermal Energi Seulawah, semoga,” pungkas Yusri.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum