Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Ekonomi

Aceh Jadi Pusat Hilirisasi Gas Bumi dan Getah Pinus

Avatarbadge-check


					Ilustrasi hilirisasi gas. (Indonesiawatch.id/Dok. Pertamina) Perbesar

Ilustrasi hilirisasi gas. (Indonesiawatch.id/Dok. Pertamina)

Banda Aceh, Indonesiawatch.id – Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Aceh, Dian Budi Dharma, mengatakan, Aceh menjadi pusat hilirisasi gas bumi dan gatah pinus nasional.

Menurutnya, dengan penetapam itu, maka Aceh proyeksikan menjadi pusat industri gas dan amonium nitrat karena mempunyai potensi yang akan memberikan nilai tambah yang cukup signifikan.

Baca juga:
Ditemukan Cadangan Gas Bumi di Sumur Geng North-1 Kaltim, SKK Migas: Jadi Game Changer

Lebih lanjut Dian dalam Forum diskusi bertajuk “Potensi Migas di Era Energi Terbarukan: Bagaimana Aceh Beradaptasi?” gelaran Jurnalis Ekonomi Aceh (JEA) di Banda Aceh,‎ pada Selasa, (10/12), kita masih menggunakan gas bumi sekitar 4,7%.

Menurut dia, angka pemakaian bahan bakar itu masih sangat besar atau tinggi untuk energi, terlebih ini bukan untuk bahan baku industri.

“Demikian juga dengan minyak bumi yang masih besar sekali,” ujar Dian.

Ia memperkirakan pada tahun 2050, Aceh masih menggunakan bahan bakar fosil‎. Aceh diharapkan menjadi pusat industri sebagaimana potensi daerah dan dari sebaran potensi hilirisasi yang ditetapkan.

Dian mengungkapkan, industri Urea misalnya, memiliki nilai tambah sebesar 4,3 kali. ‎Dengan demikian, ke depan pemerintah tidak lagi mengharapkan Dana Bagi Hasil (DBH).

Menurutnya, hilirisasi seperti pabrik urea, metanol, dan amonium nitrat memiliki nilai tambah dan diharapkan dengan adanya hilirisasi gas bumi akan menyerap tenaga kerja cukup signifikan.

Sektor gas bumi ini diharapkan dapat menyerap sekitar 15 ribu tenaga kerja. Dengan demikian, para lulusan baru setidaknya dapat terserap.

Sedangkan untuk ammonia, Aceh dalam peta nasional diharapkan bisa menampung atau menyumbang sekitar 35 persen produksi nasional.

‎“Sedangkan urea, kita bisa menyumbangkan 44 persen produksi nasional. Demikian pula metanol itu dapat diserap 33 persen,” katanya.

Salah satu peluang yang tengah dipertimbangkan adalah hilirisasi gas bumi, mengingat telah beroperasinya kilang Arun.

Hilirisasi gas bumi ini diharapkan memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi kemakmuran daerah dan masyarakat Aceh di masa mendatang sebagaimana peta jalan industri strategis Indonesia.

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update