Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Opini

Agar Kejagung Tetap Dipercaya, Jaksa Agung Baru harus Tukang Sikat Koruptor & Karier

Avatarbadge-check


					Febrie Adriansyah - Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Perbesar

Febrie Adriansyah - Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Di penghujung pemerintahan Joko Widodo, prestasi Kejaksaan Agung semakin mentereng, setelah berhasil membongkar sejumlah kasus mega korupsi. Diantaranya skandal PT Jiwasraya dengan modus manipulasi saham dan pengelolaan investasi yang tidak sesuai standar.

Kemudian berlanjut dengan terbongkarnya kasus korupsi di ASABRI, dengan modus yang mirip Jiwasraya. Nampaknya Kejagung dengan leading sektor Jampidsus, diuji nyalinya untuk menyeret Menkominfo yang saat itu dijabat oleh Jhonny G Plate, dalam kasus korupsi Base Transceiver Station (BTS) Kominfo.

Belum lagi sejumlah keberhasilan Kejagung, menjaring sejumlah koruptor seperti anggota BPK-RI, Dirut Garuda Indonesia dan PT Timah. Kasus tindak pidana pencucian uang, tidak luput dari kejaran Kejagung, diantaranya korporasi PT Duta Palma Group, dalam kasus ini Jampidsus berhasil menyita Rp.450 Milyar uang kontan.

Dari prestasi Kejagung tersebut, Survey Indikator Politik Indonesia, merilis tingkat kepercayaan publik terhadap korp adhyaksa mencapai 69%. Keberhasilan Korp Adhyaksa menjerat para koruptor kakap, dihadapkan pada bursa calon Jaksa Agung yang sebentar lagi akan ditetapkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Tentunya dibutuhkan ketelitian Presiden untuk menetapkan Jaksa Agung yang baru, demi keberlanjutan suksesi kinerja Kejagung. Mulai muncul harapan masyarakat, Jaksa Agung idealnya dijabat oleh Jaksa karier dan tidak memiliki keterkaitan maupun hubungan emosional dengan kekuatan dan tokoh politik tertentu.

Sehingga tidak lagi terjadi, Korp Adhyaksa dijadikan alat pemukul lawan politik atau praktek politik sandera. Jika harapan besar bertumpu pada Jaksa Karier, maka pilihan ada pada jajaran Jaksa Agung Muda.

Terlepas dari kepentingan apapun, nampaknya Jampidsus sebagai leading sector pemberantasan korupsi, akan lebih objektif untuk melanjutkan suksesi Jaksa Agung, dalam pemberantasan korupsi yang saat ini menjadi musuh seluruh rakyat Indonesia.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan

23 October 2026 - 12:36 WIB

Penasehat Khusus Presiden Datangi Sidang Gabriel di PN Jakarta Utara (Ist.)

Waspadalah, Indonesia Memasuki Siklus Reset Peradaban

8 October 2026 - 17:08 WIB

Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen).
Populer Berita Opini