Menu

Dark Mode
Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi Wahai Direksi Asuransi Jiwa, Jangan Hanya Kejar Kuantitas Premi Saja Algojo, Serial Action di Arena Jakarta yang Keras Ada Limbah Industri Politik di Kasus Ijazah Jokowi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 Bukan 27 Desember 1949

Politik

Bahlil atau Hasto, Mana yang Lebih Layak Jadi Doktor?

Avatarbadge-check


					Grafis perbandingan studi doktor Bahlil Lahadalia (Ketum Golkar) dan Hasto Kristiyanto (Sekjen PDIP). (IW Grafis) Perbesar

Grafis perbandingan studi doktor Bahlil Lahadalia (Ketum Golkar) dan Hasto Kristiyanto (Sekjen PDIP). (IW Grafis)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Sepekan ini ada dua politisi nasional yang baru saja mendapat gelar Doktor setelah menempuh studi S-3. Keduanya adalah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Sidang promosi Doktor Bahlil berlangsung pada Rabu 16 Oktober 2024 dan sidang promosi Doktor Hasto pada jumat 18 Oktober 2024. Uniknya keduanya lulus dari program dan universitas yang sama, yaitu Program Sekolah Kajian Strategik dan Global, Universitas Indonesia.

Baca juga:
Foto Viral Bahlil di Samping Whisky! Gaya Pejabat yang Super Kebangetan

Meskipun programnya sama, tetapi Bahlil menempuh studi S-3 lebih cepat yaitu hanya 4 semester, sedangkan Hasto yaitu 7 semester.

Disertasi Bahlil berjudul, Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia. Bahlil mengangkat persoalan hilirasi nikel di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Halmahera Tengah.

Kebaruan (novelty) yang ditawarkan Bahlil dalam disertasinya berupa kajian-kajian. Seperti kajian hilirisasi nikel di tingkat daerah, dampak hilirisasi secara komprehensif, dengan melihat seluruh aspek pembangunan berkelajnjutan secara holistik, serta kajian solusi yang dapat mendukung penyelesaian permasalahan hilirisasi nikel.

Sementara itu, judul disertasi Hasto yaitu, Kepemimpinan Strategis Politik, Ideologi, dan Pelembagaan, serta Relevansinya terhadap Ketahanan partai Studi pada PDI Perjuangan. Dari penelitiannya, Hasto menghasilkan teori Avantgrade Party Institutionalization (API) dan Strategi Kepemimpinan Politik model Megawati Seven Principles (MSP).

Dikutip dari buku berjudul Disertasi yang Benar (Lily Montarchi, dkk.: 2014), disertasi harus ditulis berdasarkan metodologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Disertasi umumnya menggambarkan penguasaan ilmiah atau akademik sehingga luarannya, lulusan program doktor bisa menghasilkan temuan atau teori baru.

[red]

Berita Terbaru

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)

Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi

15 January 2026 - 12:27 WIB

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) se-Kota Bandung serta Pemuda/i Kristen Kota Bandung pada hari ini melaksanakan aksi damai.

Wahai Direksi Asuransi Jiwa, Jangan Hanya Kejar Kuantitas Premi Saja

15 January 2026 - 12:11 WIB

Andreas Freddy Pieloor

Hampir 3 Tahun Pemekaran Papua, Anggota DPD RI: Belum Ada Perubahan Signifikan

10 November 2025 - 05:30 WIB

Anggota DPD RI asal Papua Barat, Lamek Dowansiba (Foto: sinpo.id)

Boyamin Saiman Apresiasi Penyidik PMJ, Temukan Ponsel Kacab BRI

23 September 2025 - 16:22 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Bin Saiman mencari Riza Chalid di Malaysia (Foto: Ist.)
Populer Berita Hukum