Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Politik

Bahlil atau Hasto, Mana yang Lebih Layak Jadi Doktor?

Avatarbadge-check


					Grafis perbandingan studi doktor Bahlil Lahadalia (Ketum Golkar) dan Hasto Kristiyanto (Sekjen PDIP). (IW Grafis) Perbesar

Grafis perbandingan studi doktor Bahlil Lahadalia (Ketum Golkar) dan Hasto Kristiyanto (Sekjen PDIP). (IW Grafis)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Sepekan ini ada dua politisi nasional yang baru saja mendapat gelar Doktor setelah menempuh studi S-3. Keduanya adalah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Sidang promosi Doktor Bahlil berlangsung pada Rabu 16 Oktober 2024 dan sidang promosi Doktor Hasto pada jumat 18 Oktober 2024. Uniknya keduanya lulus dari program dan universitas yang sama, yaitu Program Sekolah Kajian Strategik dan Global, Universitas Indonesia.

Baca juga:
Foto Viral Bahlil di Samping Whisky! Gaya Pejabat yang Super Kebangetan

Meskipun programnya sama, tetapi Bahlil menempuh studi S-3 lebih cepat yaitu hanya 4 semester, sedangkan Hasto yaitu 7 semester.

Disertasi Bahlil berjudul, Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia. Bahlil mengangkat persoalan hilirasi nikel di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Halmahera Tengah.

Kebaruan (novelty) yang ditawarkan Bahlil dalam disertasinya berupa kajian-kajian. Seperti kajian hilirisasi nikel di tingkat daerah, dampak hilirisasi secara komprehensif, dengan melihat seluruh aspek pembangunan berkelajnjutan secara holistik, serta kajian solusi yang dapat mendukung penyelesaian permasalahan hilirisasi nikel.

Sementara itu, judul disertasi Hasto yaitu, Kepemimpinan Strategis Politik, Ideologi, dan Pelembagaan, serta Relevansinya terhadap Ketahanan partai Studi pada PDI Perjuangan. Dari penelitiannya, Hasto menghasilkan teori Avantgrade Party Institutionalization (API) dan Strategi Kepemimpinan Politik model Megawati Seven Principles (MSP).

Dikutip dari buku berjudul Disertasi yang Benar (Lily Montarchi, dkk.: 2014), disertasi harus ditulis berdasarkan metodologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Disertasi umumnya menggambarkan penguasaan ilmiah atau akademik sehingga luarannya, lulusan program doktor bisa menghasilkan temuan atau teori baru.

[red]

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)
Populer Berita News Update