Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Ekonomi

Beban Usaha Naik, Garuda Indonesia Boncos Rp2 Triliun per Q3 Tahun 2024

Avatarbadge-check


					Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Seokarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten,(istockphoto/Heri Mardinal) Perbesar

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Seokarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten,(istockphoto/Heri Mardinal)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) semakin memprihatinkan. Laporan keuangan Garuda Indonesia di Kuartal III (Q3) tahun 2024 menunjukkan, kerugian yang semakin dalam di tubuh perseroan.

Di Kuartal III tahun ini, rugi periode berjalan Garuda sebesar USD129,61 juta atau sekitar Rp2 triliun. Angka tersebut melonjak sebesar 79,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar USD72,06 juta.

Baca juga:
Garuda Indonesia Mau RUPS Luar Biasa, Ada Perombakan Direksi

Semakin boncosnya keuangan perseroan bukan tanpa sebab. Dari laporan keuangan Garuda Q3 tahun 2024, menunjukkan bahwa beban usaha maskapai nasional itu melonjak.

Di periode Q3 tahun 2024, total beban usaha Garuda sebesar USD2,38 miliar atau sekitar Rp37,4 triliun. Nilai beban tersebut naik 19,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar USD1,99 miliar.

Jika dirinci, semua beban keuangan Garuda melonjak di Q3 tahun 2024 secara tahunan. Paling banyak adalah kenaikan beban operasional penerbangan sebesar 14% atau naik sekitar USD158,93 juta, setara Rp2,5 triliun.

Kemudian ada beban biaya kebandaraan yang naik 23,38% atau sekitar USD36,2 juta, beban pelayanan penumpang naik sebasar 36,01% atau sekitar USD44,4 juta, dan beban umum dan administrasi sebesar 22,81% atau sekitar USD29,44 juta.

Lalu ada beban biaya operasional hotel yang naik sebesar 1,74% atau sekitar USD260.381, beban operasional transportasi naik sebesar 5,66% atau sekitar USD490.915 dan beban beban operasional jaringan naik 12,43% atau sektiar USD393.040.

Dari semua beban tersebut, kenaikan yang paling mencolok hingga Q3 tahun 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu adalah beban pemeliharaan dan perbaikan. Kenaikan beban biaya ini sebesar 51% atau sekitar USD139,52 juta, setara Rp2,2 triliun.

Akibat kerugian ini, saham Garuda di penutupan 31 Oktober 2024, anjlok 3,23% ke level Rp60/saham. Atau selama sepekan terakhir, saham emiten GIAA ini sudah turun 4,76%.

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update