Menu

Dark Mode
Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

Energi

Bioavtur Mau Dipasarkan Pertamina di Bali, Tapi Jadwal Komersial Produk Belum Tahu

Avatarbadge-check


					Bioavtur Pertamina (Foto: Pertamina.com). Perbesar

Bioavtur Pertamina (Foto: Pertamina.com).

Jakarta, Indonesiawatch.id – PT Pertamina (Persero) mengklaim sudah berhasil memproduksi bahan bakar jenis Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur untuk pesawat. Bahkan, produknya mau dipasarkan pada Bulan September 2024.

“Kita mau pasarkan SAF dalam event Bali International Airshow,” ujar Wakil Direktur Utama PT Pertamina Wiko Migantoro, di acara Press Conference Bali International Airshow, Jakarta, Senin (19/9).

Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro mengatakan SAF tersebut diproduksi di Kilang Cilacap. Kata Wiko, bioavtur Pertamina sudah pernah diujicoba oleh Garuda Indonesia untuk penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) menuju Bandara Adi Soemarmo (Surakarta) pada Oktober 2023.

Dikutip dari website Pertamina.com, SAF telah diinisiasi sejak tahun 2010 melalui Research & Technology Innovation Pertamina. Pada tahun 2021, PT Kilang Pertamina Internasional berhasil memproduksi SAF J2.4 di Refinery Pertamina Unit IV Cilacap dengan teknologi Co-Processing dari bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO).

RBDPKO merupakan minyak inti sawit yang telah mengalami proses pengolahan pemucatan, penghilangan asam lemak bebas dan bau. Kapasitasnya mencapai 1.350 kilo liter (KL) per hari.

Ketika dikonfirmasi batas ketinggian uji coba bioavtur, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso meminta menanyakan ke pihak Garuda. “Tanya Garuda mungkin,” ujarnya kepada Indonesiawatch.id, (20/08).

Meskipun diklaim sudah bisa digunakan untuk pesawat, hanya saja bioavtur tersebut belum bisa dikomersilkan. Sejauh ini belum ada aturan teknis untuk komersialisasi bioavtur, sehingga belum wajib digunakan maskapai.

Ketika dikonfirmasi mengenai jadwal komersil bioavtur Pertamina, Fadjar enggan berkomentar. “Belum dikomersialkan,” ujarnya.

Dia meminta agar menanyakannya ke regulator, yakni Kementerian ESDM. “Tanya ESDM, supaya ada sudut pandang pemerintah. Karena kita kan produsen sekaligus operator saja,” katanya.

Ketika dikonfirmasi tentang biaya pokok produksi Bioavtur, Fadjar melemparnya ke pihak Pertamina Patra Niaga. Lalu redaksi Indonesiawatch.id berupaya mengkonfirmasi ke Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.

Sayangnya pria yang pernah didemo aktivis karena pembangunan Depot Mini LPG Pressurized di Lombok NTB, bungkam. Begitu juga dengan Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari, tidak merespon konfirmasi Indonesiawatch.id.
[red]

Berita Terbaru

Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara

16 May 2026 - 20:11 WIB

Yusri Usman, Direktur Eksekutif CERI

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)
Populer Berita Hukum