Menu

Dark Mode
Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

Energi

Bioavtur Mau Dipasarkan Pertamina di Bali, Tapi Jadwal Komersial Produk Belum Tahu

Avatarbadge-check


					Bioavtur Pertamina (Foto: Pertamina.com). Perbesar

Bioavtur Pertamina (Foto: Pertamina.com).

Jakarta, Indonesiawatch.id – PT Pertamina (Persero) mengklaim sudah berhasil memproduksi bahan bakar jenis Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur untuk pesawat. Bahkan, produknya mau dipasarkan pada Bulan September 2024.

“Kita mau pasarkan SAF dalam event Bali International Airshow,” ujar Wakil Direktur Utama PT Pertamina Wiko Migantoro, di acara Press Conference Bali International Airshow, Jakarta, Senin (19/9).

Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro mengatakan SAF tersebut diproduksi di Kilang Cilacap. Kata Wiko, bioavtur Pertamina sudah pernah diujicoba oleh Garuda Indonesia untuk penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) menuju Bandara Adi Soemarmo (Surakarta) pada Oktober 2023.

Dikutip dari website Pertamina.com, SAF telah diinisiasi sejak tahun 2010 melalui Research & Technology Innovation Pertamina. Pada tahun 2021, PT Kilang Pertamina Internasional berhasil memproduksi SAF J2.4 di Refinery Pertamina Unit IV Cilacap dengan teknologi Co-Processing dari bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO).

RBDPKO merupakan minyak inti sawit yang telah mengalami proses pengolahan pemucatan, penghilangan asam lemak bebas dan bau. Kapasitasnya mencapai 1.350 kilo liter (KL) per hari.

Ketika dikonfirmasi batas ketinggian uji coba bioavtur, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso meminta menanyakan ke pihak Garuda. “Tanya Garuda mungkin,” ujarnya kepada Indonesiawatch.id, (20/08).

Meskipun diklaim sudah bisa digunakan untuk pesawat, hanya saja bioavtur tersebut belum bisa dikomersilkan. Sejauh ini belum ada aturan teknis untuk komersialisasi bioavtur, sehingga belum wajib digunakan maskapai.

Ketika dikonfirmasi mengenai jadwal komersil bioavtur Pertamina, Fadjar enggan berkomentar. “Belum dikomersialkan,” ujarnya.

Dia meminta agar menanyakannya ke regulator, yakni Kementerian ESDM. “Tanya ESDM, supaya ada sudut pandang pemerintah. Karena kita kan produsen sekaligus operator saja,” katanya.

Ketika dikonfirmasi tentang biaya pokok produksi Bioavtur, Fadjar melemparnya ke pihak Pertamina Patra Niaga. Lalu redaksi Indonesiawatch.id berupaya mengkonfirmasi ke Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.

Sayangnya pria yang pernah didemo aktivis karena pembangunan Depot Mini LPG Pressurized di Lombok NTB, bungkam. Begitu juga dengan Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari, tidak merespon konfirmasi Indonesiawatch.id.
[red]

Berita Terbaru

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)

Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi

15 January 2026 - 12:27 WIB

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) se-Kota Bandung serta Pemuda/i Kristen Kota Bandung pada hari ini melaksanakan aksi damai.
Populer Berita Daerah