Menu

Dark Mode
Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas Jampidsus Febrie Diminta Mundur Demi Jaga Marwah Kejagung dan Pemerintahan Prabowo

Energi

CERI: Seleksi Jabatan Dirjen Migas dan Minerba Jauh Lebih Penting dari Reshuffle Kabinet

Avatarbadge-check


					Gedung Kementerian ESDM, Ilustrasi Seleksi Dirjen Minerba  (Dok. KESDM). Perbesar

Gedung Kementerian ESDM, Ilustrasi Seleksi Dirjen Minerba (Dok. KESDM).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Batalnya seleksi terbuka untuk jabatan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM sesuai pengumuman Nomor: 25.Pm/KP.03/SJN.P/2024 tanggal 14 Agustus 2024, menimbulkan tanda tanya besar bagi publik ini ada apa.

Sekretaris Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Hengki Seprihadi, Rabu (14/8/2024) malam mengungkapkan keheranannya atas batalnya seleksi jabatan strategis tersebut.

“Padahal sektor Migas ini adalah sektor yang sangat strategis yang menjaga kebijakan soal lifting Migas nasional dan distribusinya untuk kepentingan hajat hidup orang banyak,” ungkap Hengki.

Hengki juga menyoroti rangkap jabatan Dirjen Minerba oleh Irjen ESDM yang juga berlarut-larut hingga saat ini, setelah dua Dirjen Minerba sebelumnya tersangkut masalah hukum.

“Ini juga lebih aneh, pejabat yang bertanggung jawab sebagai pengawas tetapi menjadi pelaksana, ibarat wasit merangkap pemain, maka wajar jika terjadi penyimpangan cukup besar di sektor Minerba kita,” ungkap Hengki.

Jadi, kata Hengki, dengan tertundanya pemilihan Dirjen Migas yang disampaikan oleh Sekjen ESDM patut disesali. Sebab kondisinya saat ini diiringi anjloknya lifitng Migas nasional.

Sedangkan di sektor Minerba, banyak kasus tambang ilegal. Kondisi ini akan semakin menyempurnakan bahwa 10 tahun Jokowi gagal mengelola sumber daya alam untuk mensejahterakan rakyatnya.

“Seleksi jabatan Dirjen ini jauh lebih penting dari pada Presiden katanya akan mereshuffle anggota kabinet yang sifatnya politis, sebab Dirjen mengendalikan kebijakan teknis yang akan langsung dirasakan oleh sektor usaha dan rakyat,” urai Hengki.

Jadi, kata Hengki, terkesan kental Presiden Jokowi di ujung akan berakhir kekuasaan lebih mementingkan menjaga agar posisinya tetap berperan penting di masa pemerintahan Presiden Prabowo Gibran daripada menyelesaikan kewajiban yang menjadi tanggungjawabnya.
[red]

Berita Terbaru

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)

Jampidsus Febrie Diminta Mundur Demi Jaga Marwah Kejagung dan Pemerintahan Prabowo

10 July 2026 - 09:12 WIB

Jampidsus Febrie Diminta Mundur (Sumber: Center of Energy and Resources Indonesia/ CERI)
Populer Berita Hukum