Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Daerah

Dua Pesawat Dikerahkan Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi

Avatarbadge-check


					Petugas dalam pesawat tengah mempersiapkan material untuk melakukan modifikasi cuaca. (Indonesiawath.id/Dok. BNPB) Perbesar

Petugas dalam pesawat tengah mempersiapkan material untuk melakukan modifikasi cuaca. (Indonesiawath.id/Dok. BNPB)

Sukabumi, Indonesiawatch.id –‎ Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) dimulai pada hari ini. Dua pesawat dikerahkan dalam upaya rekayasa cuaca tersebut.

‎“Direncanakan OMC akan dilakukan mulai Rabu, (11/12), dengan mengerahkan dua armada,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga:
BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi

Ia menjelaskan, ‎OMC ini sebagai upaya untuk mempercepat penangan tanggap darurat di wilayah Kabupaten Sukabumi yang dilakukan BNPB bersama Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) serta semua unsur terkait.

Langkah ini diambil dikarenakan kondisi cuaca yang labil dan masih sering terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang menyebabkan terhambatnya penanganan darurat di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Diharapkan OMC ini dapat mereduksi dan meretribusi curah hujan di wilayah Sukabumi sehingga proses penanganan darurat bisa berjalan lebih optimal dan efisien,” ujarnya.

Selain OMC, lanjut Abdul Muhari, BNPB bersama rombongan Putri Indonesia melakukan pendampingan psikososial di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (10/12).

Pendampingan tersebut, kata Abdul Muhari, dilakukan untuk memberi motivasi, semangat, dan simpati kepada para warga yang terdampak bencana hidrometeorologi basah‎, yakni banjir dan longsor.

“Pendampingan tersebut diharapkan warga yang terdampak bisa lekas bangkit dari trauma dan bisa melanjutkan hidup dengan penuh harapan.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum