Menu

Dark Mode
Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

Politik

Dubes Penny Williams Bertandang ke Makassar, Kunjungi Taman Arkeologi Leang Leang

Avatarbadge-check


					Dubes Penny Williams Berkunjung ke Makassar (Doc. Kedubes Australia) Perbesar

Dubes Penny Williams Berkunjung ke Makassar (Doc. Kedubes Australia)

Makassar, Indonesiawatch.id – Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM mengunjungi Makassar, Sulawesi Selatan pada 5-6 September 2024. Setiba di Makassar, Dubes Penny Williams bersama dengan Konsul-Jenderal Australia di Makassar Todd Dias bertemu dengan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) Prof Jamaluddin Jompa, serta alumni Australia.

Dubes Penny juga berkesempatan mengunjungi Pusat Disabilitas UNHAS dan kantor Australia-Indonesia Centre, yang menjadi kantor pusat Kemitraan Penelitian Australia-Indonesia (PAIR) di Indonesia.

“Dua tahun lalu, saya menemani Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat beliau berkunjung ke UNHAS dan senang sekali rasanya dapat kembali berkunjung,” ucap Dubes Penny Williams.

“Tahun ini, kami merayakan 75 tahun hubungan diplomatik Australia-Indonesia. Namun, hubungan antara Makassar dan Australia bagian utara sudah terjalin sejak ratusan tahun yang lalu. Perdana Menteri Australia merujuk pada hubungan bersejarah ini saat beliau berkunjung ke Makassar pada 2022,” kata Penny.

Didampingi oleh Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam dan anggota tim arkeolog Australia-Indonesia, Dubes Penny Williams juga mengunjungi Taman Arkeologi Leang Leang di Geopark Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

“Saya sangat senang melihat para arkeolog Australia dan Indonesia bekerja sama dan menerima pengakuan internasional atas penelitian mereka yang telah mengidentifikasi seni gua tertua di dunia di Geopark Maros-Pangkep,” ujar Penny.

Menurutnya, Australia dengan bangga mendukung upaya Indonesia yang berhasil menetapkan situs bersejarah tersebut sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023. “Saat ini, kami mendanai proyek pengembangan buku komik yang dirancang untuk mengedukasi anak-anak tentang pengetahuan budaya dan ilmiah dari Geopark yang menakjubkan ini,” ucap Penny.

[red]

Berita Terbaru

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)

Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi

15 January 2026 - 12:27 WIB

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) se-Kota Bandung serta Pemuda/i Kristen Kota Bandung pada hari ini melaksanakan aksi damai.
Populer Berita Daerah