Menu

Dark Mode
Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

Politik

Ekonomi hingga Pertahanan, Misi Kunjungan Prabowo ke Australia

Avatarbadge-check


					Menhan RI Prabowo dan Wakil PM Australia Richard Marles (Doc. Kemhan) Perbesar

Menhan RI Prabowo dan Wakil PM Australia Richard Marles (Doc. Kemhan)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik 7 pejabat baru setingkat menteri dan kepala badan di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 19 Agustus 2024. Terdapat tiga menteri baru yang dilantik presiden, yakni Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Bahlil Lahadalia menjadi Menteri ESDM dan Rosan Roeslani menjadi Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto tidak hadir dalam prosesi pelantikan tersebut karena ada kunjungan ke luar negeri. “Beliau (Prabowo) ada kunjungan ke luar negeri, ke Australia,” kata Menkumham yang baru dilantik, Supratman Andi Agtas kepada awak media di Istana Negara, Jakarta pada Senin (19/8).

Berdasarkan keterangan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Australia, Prabowo dijadwalkan berkunjung ke Australia pada 19-20 Agustus 2024. Kehadiran mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu disambut oleh Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Australia Richard Marles MP.

Ini merupakan kunjungan pertama Prabowo ke Australia sejak hajatan Pilpres pada Februari 2024. Di Australia, PM Albanese dan Wakil PM Marles akan menyambut presiden terpilih RI itu di Canberra. Para elite kedua negara akan membahas komitmen berkelanjutan Australia untuk bekerja sama dalam kemitraan dengan Indonesia di bidang ekonomi, keamanan dan transisi menuju nol emisi karbon yang menjadi prioritas bersama.

PM Australia Anthony Albanese menyatakan, Indonesia adalah salah satu mitra terdekat Australia dan tahun ini kedua negara merayakan 75 tahun hubungan diplomatik. “Indonesia dan Australia adalah mitra yang paling dekat dan saya menyambut baik kesempatan untuk bertemu dengan Presiden terpilih Prabowo menjelang pelantikannya pada bulan Oktober,” kata Anthony Albanese dalam keterangan resmi yang diterima Indonesiawatch.id.

Menurutnya, Pemerintah Australia berkomitmen untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk membangun kawasan yang damai, stabil, sejahtera, serta menghormati kedaulatan. Wakil PM Australia, Richard Marles menambahkan pihaknya antusias bekerja sama dengan Prabowo yang saat ini mengemban jabatan Menhan. Kedua negara, lanjut Marles, telah membuat terobosan yang besar dalam kerja sama pertahanan kedua negara.

“Australia dan Indonesia bekerja sama lebih erat daripada sebelumnya dan memperluas cakupan dan kompleksitas latihan militer gabungan seiring kami mengatasi tantangan kawasan bersama,” ucap Marles.

[red]

Berita Terbaru

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)
Populer Berita Hukum