Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Ekonomi

Eks Menteri Keuangan Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Masa Iya?

Avatarbadge-check


					Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari). Perbesar

Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Bambang Brodjonegoro, mantan Menteri Keuangan RI, mengatakan bahwa air minum galon dan kemasan bisa membuat Masyarakat kelas menengah jatuh miskin. Kebiasaan membeli air galon dan kemasan dapat menekan ekonomi warga kelas menengah.

“Kita tidak sadar selama ini, itu (pembelian air galon) sudah menggerus income kita secara lumayan dengan style kita yang mengandalkan semua kepada air galon, air botol dan segala macamnya,” kata Bambang di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) (30/08).

Baca juga:
Direksi Pertamina Holding Ikut Berperan di Kontrak Kargo LNG PGN dengan Gunvor Singapura

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini mengatakan kebiasaan mengkonsumsi air dalam kemasan tidak terjadi di semua negara. Pasalnya, di beberapa negara maju, warga kelas menengah mengkonsumsi air minum yang disediakan pemerintah di tempat-tempat umum.

Fasilitas publik tersebut, membuat masyarakatnya tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli air galon dan kemasan. “Daya beli kelas menengahnya aman karena untuk air pun mereka tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak,” ujarnya.

Walaupun jadi beban, kata Bambang, pengeluaran terhadap air minum galon hanya satu dari banyak faktor lain yang menyebabkan banyak kelas menengah jatuh miskin. “Penyebabnya itu variatif. Karena kan kita lihat datanya dari 2019 ke 2023. Jadi penyebab pertama adalah Covid,” ujar dia.

Karena selama pandemi Covid-19, sambungnya, banyak kelas menengah kehilangan pekerjaan. Sementara sebagian lainnya, mengalami kebangkrutan bisnis.

Baca juga:
Eks Dirjen Minerba: PP Tambang Ormas Keagamaan Saja Cacat UU apalagi Turunannya Kepmen & Permen ESDM

“Jangan lupa loh Covid itu terjadi 2 tahun dan yang terjadi pada waktu itu ada kelas menengah yang kehilangan pekerjaan dan kelas menengah yang bisnisnya berhenti atau bangkrut,” ungkapnya.

[red]

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)
Populer Berita News Update