Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Olahraga

Filipina Berhasil Jebol Gawang Indonesia

Avatarbadge-check


					Eksekusi penalti pemain Filipina berhasil menjebol gawang Indonesia. (Indonesiawatch.id/Ist) Perbesar

Eksekusi penalti pemain Filipina berhasil menjebol gawang Indonesia. (Indonesiawatch.id/Ist)

Solo, Indonesiawatch.id – Gawang Indonesia berhasil dijebol Filipina pada menit ke-63 babak kedua. Adalah B Kristensen yang membuat Cahya Supriadi memungut bola dari dalam gawang.

Kristensen menjebol gawang Indonesia melalui titik penalti dalam laga penyisihan Grup B di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Sabtu malam, (21/12).

Baca juga:
Butuh Kemenangan, Indonesia Kembali Harus Bermain 10 Pemain

Filipina mendapat hadiah penalti setelah bola yang disepak Tabinas menyentuh ‎tangan Dony Tri di kotak terlarang pada menit ke-58.

Kristensen tidak menyianyiakan peluang. Ia berhasil mengecoh kiper Indonesia, Cahya Supriadi. Kristensen melesakkan ‎bola ke sisi kiri. Indonesia tertinggal 0-1 dari Filipina.

‎Sebelum babak pertama berakhir, Indonesia terpaksa harus kembali bermain dengan 10 pemain. Pasalnya, Muhammad Ferrari diganjar kartu merah.

Dalam laga ASEAN Mitsubishi Electric Cup (AMEC) 2024 ini, Ferrari diganjar kartu merah pada menit ke-42 karena dianggap menyikut Agunaldo. Insiden tersebut berawal dari berebut posisi untuk menyambut lemparan ke dalam dari Pratama Arhan.

Arhan belum melakukan lemparan jauhnya ke kotak penalti, wasit tiba-tiba meniup peluit dan mencabut kartu merah, lalu mengacungkanya kepada Ferrari.

Setelah mengganjar Ferrari kartu merah, wasit sempat mengecek kejadian tersebut melalui VAR‎. Namun keputusannya tetap tak berubah, menilai Ferrari melakukan pelanggaran keras.

Pasukan Shin Tae-yong tersebut beberapa kali memiliki peluang mecetak gol, di antaranya melalui Marselino Ferdinan pada menit ke-34. Sepakan keras Marselino sempat mengenai bek Filipina. Namun kiper Kammerand masih di posisi yang tepat.

Marcelino kembali memiliki peluang emas untuk menjebol gawang lawan. Sayang, sepakan plessing pemain kelahiran Jakarta ini membentur tiang gawang.
[red]

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)
Populer Berita Hukum