Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Mozaik

Galnas Bredel Pameran Tunggal Yos Suprapto‎ Tuai Kecaman

Avatarbadge-check


					Salah satu lukisam karya Yos Suprapto. (Indonesiawatch.id/Dok Yos Suprapto) Perbesar

Salah satu lukisam karya Yos Suprapto. (Indonesiawatch.id/Dok Yos Suprapto)

Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Pembatalan pameran lukisan tunggal karya Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan Pangan” di Galeri Nasional (Galnas), Jakarta, menuai berbagai kecaman.

Para pengunjung yang sudah bersiap untuk menikmati karya-karya Yos Suprapto yang dijadwalkan dibuka pada Kamis malam, (19/12), harus kecewa.

Baca juga:
Mari Rayakan Keindahan Budaya di Festival Indonesia Bertutur 2024

Mereka gagal menikmati karya seni
dalam pameran yang telah dipersiapkan sejak setahun terakhir karena pintu masuk ke ruangan dikunci. Bahkan, pihak Galnas menggrendel pintu utama dan mematikan lampu.

Yos dalam keterangan diterima pada Jumat, (20/12), mengatakan, pembatalan itu tejadi karena pihak kurator yang‎ ditunjuk Galnas, Suwarno Wisetrotomo, meminta agar 5 dari 30 lukisan harus dicopot atau diturunkan.

Yos menolak memenuhi permintaan tersebut. Pasalnya, kelima lukisan tersebut berkaitan dengan sosok yang pernah sangat populer di masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan, jika kelima lukisan tersebut diturunkan, maka ia akan membatalkan pameran secara keseluruhan dan membawa pulang seluruh lukisan pulang ke Yogyakarta.

“Saya tidak mau lagi berurusan dengan Galeri Nasional dan Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.

‎‎Sementara itu, Eros Djarot yang bakal membuka acara menilai permintaan tersebut merupakan rasa khawatir yang berlebihan dari kurator.

“Saya rasa itu ekspresi kurator yang takut secara berlebihan,” ujarnya.

‎Adapun fotografer professional dan juga pengamat seni, Oscar Motulloh, menilai ini merupakan bentuk pembredelan pameran karya seni rupa pertama di era Pemerintahan Prabowo Subianto.

[red]

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)
Populer Berita Hukum