Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Mozaik

Galnas Bredel Pameran Tunggal Yos Suprapto‎ Tuai Kecaman

Avatarbadge-check


					Salah satu lukisam karya Yos Suprapto. (Indonesiawatch.id/Dok Yos Suprapto) Perbesar

Salah satu lukisam karya Yos Suprapto. (Indonesiawatch.id/Dok Yos Suprapto)

Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Pembatalan pameran lukisan tunggal karya Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan Pangan” di Galeri Nasional (Galnas), Jakarta, menuai berbagai kecaman.

Para pengunjung yang sudah bersiap untuk menikmati karya-karya Yos Suprapto yang dijadwalkan dibuka pada Kamis malam, (19/12), harus kecewa.

Baca juga:
Mari Rayakan Keindahan Budaya di Festival Indonesia Bertutur 2024

Mereka gagal menikmati karya seni
dalam pameran yang telah dipersiapkan sejak setahun terakhir karena pintu masuk ke ruangan dikunci. Bahkan, pihak Galnas menggrendel pintu utama dan mematikan lampu.

Yos dalam keterangan diterima pada Jumat, (20/12), mengatakan, pembatalan itu tejadi karena pihak kurator yang‎ ditunjuk Galnas, Suwarno Wisetrotomo, meminta agar 5 dari 30 lukisan harus dicopot atau diturunkan.

Yos menolak memenuhi permintaan tersebut. Pasalnya, kelima lukisan tersebut berkaitan dengan sosok yang pernah sangat populer di masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan, jika kelima lukisan tersebut diturunkan, maka ia akan membatalkan pameran secara keseluruhan dan membawa pulang seluruh lukisan pulang ke Yogyakarta.

“Saya tidak mau lagi berurusan dengan Galeri Nasional dan Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.

‎‎Sementara itu, Eros Djarot yang bakal membuka acara menilai permintaan tersebut merupakan rasa khawatir yang berlebihan dari kurator.

“Saya rasa itu ekspresi kurator yang takut secara berlebihan,” ujarnya.

‎Adapun fotografer professional dan juga pengamat seni, Oscar Motulloh, menilai ini merupakan bentuk pembredelan pameran karya seni rupa pertama di era Pemerintahan Prabowo Subianto.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum