Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Sains & Edukasi

Guru Besar UIN Jakarta Apresiasi Prestasi Indonesia dalam MTQ Internasional

Avatarbadge-check


					Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie Perbesar

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie

Jakarta, Indonesiawatch.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional IV yang digelar di Jakarta resmi ditutup oleh Wakil Menteri Agama RI, Romo H. R. Muhammad Syafi’i, pada 1 Februari 2025.

Perhelatan akbar keagamaan level dunia yang melibatkan 60 peserta dari 38 negara telah menasbihkan Indonesia sebagai juara umum karena berhasil menempatkan seluruh pesertanya sebagai terbaik pertama pada semua cabang yang dimusabaqahkan.

Sukses prestasi dan penyelenggaraan MTQ Internasional tahun ini kian mengukuhkan Indonesia sebagai Negara Muslim yang memiliki reputasi tinggi dalam hal pembinaan dan pengembangan Al-Qur’an. Hal ini diamini antara lain oleh Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie.

“Indonesia memiliki tradisi pembinaan dan pengaderan yang kuat dalam Musabaqah Al-Qur’an dan Hadis. Oleh karena itu saya menganggap wajar jika hampir setiap perhelatan Musabaqah Al-Qur’an Internasional delegasi Indonesia selalu mendapat posisi terhormat”, ujarnya di Jakarta (3/2).

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta ini menjelaskan bahwa kualitas peserta MTQ yang sangat kompetitif bukannya tanpa alasan. Ada sejumlah fakta mengapa Indonesia selalu berjaya dalam berbagai kompetisi Al-Qur’an di berbagai negara di dunia, baik dalam bidang tilawah al-Qur’an, hifzh al-Qur’an, tafsir al-Qur’an, maupun khath al-Qur’an.

“Sejauh ini Pemerintah melalui Kementerian Agama menjadikan pembinaan Al-Qur’an sebagai salah satu program perioritas. Ini tercermin dalam aneka kebijakan yang diarahkan pada terwujudnya peningkatan kemampuan umat Islam dalam membaca, memahami, menghayati, serta mengamalkan kandungan al-Qur’an dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara,” jelas Tholabi.

Lebih lanjut, Guru Besar yang juga aktif menjadi Hakim MTQ Nasional ini menjelaskan bahwa kuatnya tradisi kompetisi atau MTQ pada semua level yang digelar secara periodik menjadikan tingginya motivasi dan besarnya animo kawula muda untuk terlibat dalam penyelenggaraan Musabaqah al-Qur’an.

“Sejak tahun 1968 di mana MTQ Nasional untuk kali pertama digelar secara official di Ujung Pandang, gairah umat Islam untuk membaca dan memahami al-Qur’an berkembang sangat pesat. Efek domino MTQ sungguh sangat dahsyat. MTQ tidak sekadar melahirkan talenta-talenta baru dalam bidang tilawah, tahfizh, atau tafsir, tapi juga telah melahirkan lembaga, wadah, atau sentra-sentra baru pembinaan Al-Qur’an yang marak di hampir seluruh penjuru Nusantara”, ungkap Tholabi dengan antusias.

Semarak pembinaan ini pada gilirannya berdampak pada peningkatan kualitas pembinaan di semua level, baik formal maupun informal. Prof Tholabi secara khusus menyoroti peran dan fungsi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) yang sangat strategis.

Menurut dia, lembaga yang dijalankan secara ex officio oleh pejabat pemerintahan bersama-sama dengan para alim ulama dan masyarakat pecinta Al-Qur’an ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam konteks pembinaan al-Qur’an di Indonesia.

“Sejauh ini LPTQ mampu menggerakkan dan mendinamisasi syiar al-Qur’an di berbagai levelnya. Kolaborasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) dan keterlibatan unsur-unsur keagamaan masyarakat di dalamnya telah menjadikan LPTQ kian representatif sebagai pengawal program pembinaan dan pengembangan al-Qur’an di Indonesia. Pada titik ini kehadiran negara menjadi semakin nyata”, ungkap Tholabi.

Dalam amatan Prof Tholabi, kinerja LPTQ sejauh ini semakin bagus. Dari sisi penyenggaraan MTQ misalnya, LPTQ telah berhasil menciptakan sejumlah inovasi dan mewujudkan penyelenggaraan MTQ yang modern dan kredibel. Diakuinya, modernisasi MTQ melalui digitalisasi menjadikan MTQ kian bermutu dan meningkatkan trust atau kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan MTQ dan para pelakunya.

MTQ yang modern dan kredibel pasti akan melahirkan sistem yang terpercaya dan output Musabaqah yang kompetitif. “Maka secara pribadi saya tidak ragu dengan capaian prestasi Indonesia dalam perhelatan Musabaqah Internasional, termasuk capaian gemilang delegasi Indonesia pada MTQ Internasional IV di Jakarta tahun ini”, pungkasnya.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum