Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Ekonomi

Ini Dampak Kebijakan Trump terhadap Ekonomi RI

Avatarbadge-check


					Donald Trump (Doc. REUTERS) Perbesar

Donald Trump (Doc. REUTERS)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). Capres dari Partai Republik ini meraih 277 suara elektoral pada Rabu, 6 November 2024. Kemenangan Donald Trump dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) AS dinilai membawa dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengatakan, keterpilihan Trump sebagai presiden kedua kalinya, akan berdampak terhadap ekonomi global termasuk Indonesia. Trump akan kembali mengadopsi kebijakan protesionis dan mengetatkan hubungan dagang dengan Cina.

“Trump berpotensi akan kembali mengeluarkan kebijakan proteksionis melalui tarif yang lebih tinggi, terutama impor dari Cina. Bahkan tarif ke Cina pasti lebih besar, termasuk ke negara lain yang surplus terhadap negaranya. Saya melihat ada dampak terutama di perdagangan,” kata Tauhid Ahmad kepada Indonesiawatch.id.

Bagi negara-negara Asia, termasuk Indonesia, konsekuensi kebijakan Trump dapat dirasakan langsung pada sektor perdagangan dan investasi. Selain implikasi perang dagang AS-Cina, Trump juga berpotensi melakukan penguatan USD ke depannya.

“Trump akan meminta dolar untuk masuk lagi ke negaranya, apakah pelaku di pasar keuangan maupun di sektor riil, itu akan melemahkan nilai tukar,” ucap Tauhid.

Meski demikian, ia menilai nilai tukar rupiah terhadap dolar sejauh ini masih dalam ambang batas aman. “Nilai tukar masih aman, lebih kepada The Fed. Kalau Trumpnya kuat terhadap The Fed maka kita takut, risikonya independensi The Fed enggak kuat terhadap Trump, jadi [stabilitas] bisa dipermainkan,” pungkasnya.

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update