Jakarta, Indonesiawatch.id – Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim (AI), diduga memberi AA Rp3 juta untuk membuat benang pengaman uang palsu yang diproduksi di kampusnya.
“AA diberi upah Rp3 juta untuk membuat benang uang palsu,” kata Iptu Alvin Aji Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Wajo, dikutip pada Kamis, (19/12).
Benang pengaman yang digunakan untuk uang palsu yang diproduksi di “pabrik” dalam kampus UIN Alauddin Makassar itu nampak seperti uang asli dan sulit terdeteksi.
Alvin, menyampaikan, pihaknya menangkap AA di Kelurahan Anabannua, Kecamatan Maniangpajo, Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), bersama Satreskrim Polres Gowa.
Ia menjelaskan, Polres Wajo terlibat dalam penangkapan AA setelah berkoordinasi dengan Polres Gowa karena tersangka AA berada di wilayah hukum Polres Wajo.
Penangkapan AA berlangsung pada Senin lalu. Polisi menyita handphone dan barang bukti lainnya dan menyerahkannya kepada penyidik Polres Gowa.
[red]







