Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Energi

Lagi! Target Produksi Migas Semester 1 Tahun 2024 Gagal Target

Avatarbadge-check


					Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Dok. SKK Migas). Perbesar

Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Dok. SKK Migas).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Lifting (produksi siap jual) minyak dan gas nasional tidak mencapai target di Semester 1 2024. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi memaparkan bahwa realisasi lifting minyak cuma 576 ribu Barrel of Oil Per Day (BOPD).

Sedangkan target di ABPN 2024, sebesar 635 ribu BOPD. Artinya, ada selisih 59 ribu BOPD atau sekitar 10%. Padahal kebutuhan terhadap migas terus meningkat di Indonesia.

Konsumsi BBM Nasional saja misalnya, dalam beberapa tahun terakhir dari 1,1 juta barel per hari menjadi 1,5 juta barel per hari. Karena produksi migas di dalam negeri loyo, alhasil impor minyak mentah dan BBM tak terelakan.

Begitu juga lifting gas (salur gas). Realisasinya sampai 30 Juni 2024, cuma 5.301 MMSCFD. Sementara target APBN sebesar 5.785 MMSCFD. Ada selisih 484 MMSCFD atau sekitar 8%. Menurut Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, gagal target lifting minyak karena gangguan banjir di mana-mana.

“Sehingga drilling praktis lebih dari 1 bulan tidak bisa dilakukan, sehingga ada beberapa keterlambatan kegiatan drilling, yang mengakibatkan realisasi produksi minyak kita, adalah 576.000 barel per hari,” ujarnya dalam Konferensi Pers Kinerja Hulu Migas Semester I/2024, beberapa hari lalu.

Gagal target lifting gas, kata Dwi, kendalanya ada di infrastruktur. “Kita harapkan nanti Batang-Cirebon akan bisa tersambung di akhir 2025. Sehingga kelebihan gas dari Jawa Timur bisa dialirkan ke Jawa Barat,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Dwi, lifting gas sebenarnya tidak ada masalah. “Karena memang ada down time memang ya. Di BP Tangguh trip dan low demand. Tadi kita sebutkan ke depannya akan ada tambahan lagi dengan, operasi di BP yang lebih baik tambahan 254 MMSCFD,” katanya.
[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update