Menu ✖

Dark Mode
Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

Politik

Penembakan Pemulung di Sulteng, Anggota Komisi I Minta TNI Tegakkan Hukum

Avatarbadge-check


					Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin (Doc. Humas DPR) Perbesar

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin (Doc. Humas DPR)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta pihak berwajib, yakni Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspomau) menegakkan hukum pada kasus oknum prajurit TNI Angkatan Udara (AU) yang menembak pemulung di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu berpendapat, tindakan tegas terhadap pelaku penembakan diperlukan untuk menegakkan hukum keadilan di tengah masyarakat serta mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa datang.

“Untuk kasus di Palu, hukum wajib ditegakkan. Pangkoops AU (Panglima Komando Operasi Udara) harus berani mengusut sampai membawa pelaku yang bersangkutan ke pengadilan militer,” kata TB Hasanuddin dalam keterangannya di Jakarta pada Senin, 15 Juli 2024.

Menurutnya, peristiwa penembakan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hukum yang cukup serius dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Dirinya meyakini TNI AU akan melakukan investigasi menyeluruh dan transparan terhadap peristiwa tersebut.

“Apalagi korban tidak melakukan tindakan yang membahayakan atau mengancam,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, seorang pemulung wanita berinisial J (25) ditembak prajurit TNI AU dari Detasemen TNI Angkatan Udara Mutiara Palu, Sulteng. Peristiwa penembakan berawal dari J yang sebelumnya diperingatkan agar tidak memasuki kompleks detasemen TNI AU di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Palu Selatan pada Jumat, 12 Juli 2024. Namun, J tetap masuk tanpa mendapatkan izin.

J akhirnya ditembak menggunakan senapan angin dan mengakibatkan luka yang cukup serius. Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama (Marsma) Ardi Syahri mengatakan bahwa pemulung itu sebelumnya sudah diperingatkan agar tidak masuk kompleks. Menurut Marsma Ardi, apa yang dilakukan personel yang bertugas sudah didasarkan pada SOP berlaku.

“Pemulung tersebut masuk detasemen tanpa izin dan sudah diperingatkan, mungkin tidak paham aturan,” kata Kadispenau Marsma Ardi Syahri melalui keterangan tertulisnya. Ia menyatakan penembakan dilakukan oleh anggota Detasemen TNI AU Mutiara Palu menggunakan senapan angin sebagai tindakan peringatan yang tidak bermaksud menghilangkan nyawa korban.

Atas peristiwa tersebut, Komandan Pangkalan Angkatan Udara (Danlanud) Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bonang Bayuaji turun langsung dalam penanganan korban. Marsma Bonang Bayuaji memastikan oknum TNI AU yang diduga menembak pemulung dipastikan akan diproses hukum sesuai prosedur yang berlaku.

“Kasus itu sudah kami tangani sesuai arahan pimpinan dan pelaku akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Bonang Bayuaji.

[red]

Berita Terbaru

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

18 October 2026 - 13:09 WIB

Talkshow bertajuk “Ada Apa dengan Negeriku” yang digelar di Menja Resto & Lounge, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026) (Ist.)

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.
Populer Berita Hukum