Menu

Dark Mode
Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas Jampidsus Febrie Diminta Mundur Demi Jaga Marwah Kejagung dan Pemerintahan Prabowo Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara

Politik

Pengamat: Dampak Komunikasi Politik Jokowi Sirna Pascadipecat PDIP

Avatarbadge-check


					Pembacaan keputusan pemecatan Jokowi oleh PDIP. (Indonesiawatch.id/Dok. PDIP) Perbesar

Pembacaan keputusan pemecatan Jokowi oleh PDIP. (Indonesiawatch.id/Dok. PDIP)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing, menilai dampak komunikasi politik ‎Joko Widodo (Jokowi) akan sirna pascadipecat sebagai anggota partai oleh PDIP.

‎“Pengaruh komunikasi politik Jokowi, menurut hemat saya akan mendekati titik nol [sirna] sebelum tiba 31 Desember 2025,” katanya dalam keterangan diterima pada Rabu, (18/12).

Baca juga:
SK Pemecatan Jokowi Multitafsir dan Tidak Lengkap

Emrus berpendapat demikian, karena menurutnya, banyak proses politik di Tanah Air yang tidak lagi melibatkan dan atau membutuhkan peran komunikasi politik Jokowi.

“Sebab, peran itu akan diwarnai sosok Presiden Prabowo Subianto, bukan lagi Jokowi. Good by peran komunikasi politik Jokowi,” katanya.

Emrus menilai keputusan PDIP memecat Jokowi sebagai anggota partai pada Sabtu, (16/12/2024), waktu atau timing komunikasi politiknya sangat tepat.

“Dari segi konteks timing komunikasi politik, selain sebagai tindakan ketegasan, keputusan PDIP memecat Jokowi sangat baik dan tepat waktu,” ujarnya.

Lebih lanjut Emrus menyampaikan, jika PDIP memecat Jokowi sebagai kader partai ketika masih menjabat preiden atau saat berlangsungnya Pileg, Pilpres, dan Pilkada itu sangat kurang produktif dalam rangka mewujudkan kedaulatan di tangan rakyat pada suatu kontestasi demokrasi.

“Jadi, keputusan PDIP tersebut sebagai keputusan kematangan komunikasi politik,” ujarnya.

Emrus menyampaikan, pemecetan sebagai anggota PDIP ‎tersebut juga merupakan katalisator memudarkan komunikasi politik Jokowi pascagagal menjadi presiden 3 periode, tidak berhasil memperpanjang masa jabatan Presiden, serta berakhirnya masa jabata presiden.

[red]

Berita Terbaru

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)

Jampidsus Febrie Diminta Mundur Demi Jaga Marwah Kejagung dan Pemerintahan Prabowo

10 July 2026 - 09:12 WIB

Jampidsus Febrie Diminta Mundur (Sumber: Center of Energy and Resources Indonesia/ CERI)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.
Populer Berita Hukum