Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Opini

Perubahan Paradigma Stratifikasi Sosial, Pemicu Korupsi Di Indonesia

Avatarbadge-check


					Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen).
Perbesar

Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Di era kejayaan kerajaan nusantara, berkembang nilai tradisi dan budaya adi luhung, dengan menempatkan nilai moral diatas nilai materil dan kebendaan.

Fenomena tradisi warisan para leluhur yang tinggi tersebut, tercermin dari stratifikasi sosial yang menggolongkan kelas sosial terdiri dari: pertama golongan Brahmana yang hidupnya hanya mengabdi pada agama.

Kemudian golongan kesatria yang hidupnya mengabdi pada negara dan tidak boleh memiliki kekayaan. Selanjutnya golongan waisya adalah para petani yang memiliki harta benda, strata dibawahnya adalah sudra yaitu para saudagar atau penguasa.

Golongan selanjutnya adalah candela yaitu nelayan dan pedagang hewan. Strata sosial dibawahnya adalah golongan mleca yaitu orang asing, kemudian strata terendah adalah golongan tuca yaitu para penjahat dan koruptor.

Konstelasi strata sosial tersebut, merefleksikan penghargaan terhadap status sosial seseorang, didasarkan oleh kemampuannya menjauhi nafsu duniawi dan materi. Oleh sebab itu semakin melimpah harta yang dimiliki seseorang, maka semakin rendah status sosialnya.

Derasnya arus modernisasi yang dikemas dalam formula nilai-nilai barat, secara simultan meracuni etika moral masyarakat Indonesia. Kondisi ini diperburuk oleh lemahnya daya tahan budaya bangsa Indonesia, akibat kurangnya keperdulian negara terhadap eksistensi nilai-nilai tradisional.

Akibat penetrasi budaya barat yang dikemas dalam format modernisasi, masuk dari segala arah, mulai dari media massa, makanan, gaya pakaian, film dan medsos serta teknologi dan pendidikan, telah menyisihkan peran sentral budaya dan nilai tradisional sebagai platform interiraksi sosial dan terbentuknya perilaku gaya hidup yang individualistik, hedonis dan materialistic oriented.

Tanpa disadari bangsa ini telah terjebak, dalam perangkap budaya yang sama sekali tidak mengakar pada nilai-nilai tradisional. Hari ini kondisi bangsa ini jika dianalogikan seperti “seseorang yang telah membuka bajunya, tapi ternyata tidak disiapkan baju penggantinya, akhirnya orang tersebut telanjang”.

Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika kita telanjang, paling tidak mudah masuk penyakit dan tidak tertutup kemungkinan dianggap ODGJ. Realitas yang dihadapi saat ini adalah, terciptanya berhala baru yang menjadi sesembahan bangsa ini yaitu materialistik.

Tidak dapat dipungkiri, limbah dari budaya baru yang tidak memiliki akar nilai tradisional, telah memicu maraknya mega korupsi di Indonesia yang berpotensi menjadikan Indonesia sebagai negara gagal, karena para pemangku kebijakan lebih mencintai uang dan kemewahan ketimbang kepada Tuhan.

Mereka menganggap pangkat, jabatan dan harta dapat mendinginkan api neraka. Sementara nilai-nilai budi pekerti, sebagai mahakarya warisan leluhur yang mengajarkan bangsa ini sopan santun, rasa malu, gotong royong, silih asah silih asuh, telah teronggok disudut sudut gubuk kumuh.

Jadi apa bedanya era reformasi yang kita agungkan dengan era jahiliah, dimana terminology bersih itu adalah karena belum tertangkap.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum