Menu

Dark Mode
Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun

Internasional

Pilpres AS Makin Panas! Elektabilitas Trump dan Harris Terpaut 0,9 Persen

Avatarbadge-check


					Trump vs Harris di Sesi Debat Capres (Doc. REUTERS) Perbesar

Trump vs Harris di Sesi Debat Capres (Doc. REUTERS)

Washington D.C, Indonesiawatch.id – Dua kandidat presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Kamala Harris masih bersaing ketat menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) AS yang akan digelar pada Selasa, 5 November 2024. Bahkan, elektabilitas Trump dan Harris hanya terpaut tipis 0,9 persen.

Berdasarkan data survei terkini yang dihimpun FiveThirtyEight, Harris sedikit unggul dari Trump dengan elektabilitas 47,9 persen per Minggu (3/11). Trump membuntuti dengan elektabilitas 47 persen.

Persentase tersebut adalah elektabilitas umum secara nasional yang dihimpun dari lembaga-lembaga survei kredibel di AS. Sebagai catatan, AS tidak menggunakan persentase suara secara nasional untuk menentukan pemenang pilpres.

AS menganut sistem electoral college yang menentukan pemenang melalui banyaknya electoral votes (dewan elektoral) yang dimenangkan. Jumlah dewan elektoral di setiap negara bagian di AS berbeda-beda tergantung populasi.

Diketahui, terdapat 538 dewan elektoral di 50 negara bagian AS. Kandidat presiden perlu mengamankan setidaknya 50+1 suara atau 270 dewan elektoral untuk memenangkan pemilihan.

Ketatnya elektabilitas Trump dan Harris membuat Pilpres AS 2024 akan ditentukan oleh suara dari negara bagian mengambang (swing states). Negara bagian mengambang adalah daerah dengan mayoritas pemilih yang tidak didominasi oleh Partai Demokrat ataupun Republikan.

Terdapat tujuh negara bagian yang disebut sebagai negara bagian mengambang di AS, yakni Pennsylvania, Georgia, North Caroina, Michigan, Arizona, Wisconsin, dan Nevada. Ketujuh negara bagian tersebut memiliki total 93 dewan elektoral yang diperebutkan.

Sementara itu, 43 negara bagian lain diketahui menjadi basis suara Demokrat dan Republikan dan diperkirakan menghasilkan suara yang tidak berbeda jauh dari hasil survei.

Profesor ilmu politik di University of Massachusetts Amherst, Raymond La Raja menilai suara negara bagian Pennsylvania akan krusial untuk menentukan hasil Pilpres AS 2024.

Trump diperkirakan dapat memenuhi ambang batas 270 suara dewan elektoral jika berhasil memenangkan suara Pennsylvania. Negara bagian ini tercatat memiiki 19 dewan elektoral.

Di sisi lain, Harris harus menembus “tembok biru” untuk mencapai ambang batas menang pemilu. “Tembok biru” yang dimaksud adalah tiga negara bagian yang menjadi basis suara capres Demokrat hingga Pilpres AS 2016 yakni Pennsylvania, Michigan, dan Wisconsin.

“Jika Harris ingin menang tipis, dia harus mengamankan apa yang kita sebut sebagai tembok biru, Pennsylvania dan Wisconsin,” kata Raymond La Raja dikutip Al Jazeera.

Ketiga negara bagian “tembok biru” masih menjadi arena persaingan ketat antara Harris dan Trump jelang pemilihan. Berdasarkan survei terkini, Trump unggul tipis 0,7 poin di Pennsylvania, sedangkan Harris unggul tipis 0,6 poin di Wisconsin dan 0,8 poin di Michigan.

[red]

Berita Terbaru

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Populer Berita News Update