Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Ekonomi

PMI Manufaktur Indonesia Anjlok Terus, PMI Manufaktur China Malah Melonjak

Avatarbadge-check


					Ilustrasi PMI Manufaktur Indonesia Anjlok Terus, PMI Manufaktur China Malah Melonjak. Perbesar

Ilustrasi PMI Manufaktur Indonesia Anjlok Terus, PMI Manufaktur China Malah Melonjak.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Selama dua bulan berturut-turut, aktivitas manufaktur China menunjukkan lonjakan positif. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur China naik menjadi 51,5 di November 2024. Angka tersebut tertinggi sejak Juni seperti dikutip dari Caixin dan S&P Global (2/12).

Data tersebut menunjukkan bahwa pemulihan yang tidak merata sedang terjadi di seluruh perekonomian Asia. Indikator resmi aktivitas pada November hanya menunjukkan sedikit peningkatan di sektor manufaktur, sementara indeks konstruksi dan jasa secara tak terduga turun kembali ke level yang memisahkan kontraksi dari ekspansi.

Baca juga:
Tantangan Ekonomi Prabowo, PMI Manufaktur Anjlok, Angka PHK Naik

Dilansir dari survei Bloomberg, penyebab membaiknya manufaktur China karena adanya peningkatan ekspor. Ekspor China dinilai telah menopang ekonomi di 2024 ini.

Dimana pengiriman dalam tiga kuartal pertama melonjak ke nilai tertinggi kedua yang pernah tercatat. Lonjakan ini menempatkan China pada jalur untuk mencapai rekor surplus perdagangan yang bisa mencapai hampir US$1 triliun tahun ini.

Salah satu negara tujuan ekspor China adalah Indonesia. Berdasarkan data BPS terbaru, impor Indonesia paling besar berasal dari China.

Jika ditotal, sepanjang Januari-Oktober tahun ini, nilai impor produk dari China juga naik sebesar 13,29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari-Oktober 2024 nilai impor produk dari China sebesar USD 57,81 miliar.

Sebaliknya, PMI Manufaktur Indonesia malah terus terkontraksi. Hal ini menunjukkan Aktivitas manufaktur Indonesia memburuk dan kembali mengalami kontraksi di November 2024.

Selama lima bulan beruntun, PMI Manufaktur Indonesia mengalami koreksi. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis S&P Global hari ini, Senin (2/12) mencatat bahwa PMI manufaktur Indonesia terkontraksi ke 49,6 pada November 2024.

Seperti diketahui, PMI Manufaktur Indonesia sudah mengalami kontraksi selama lima bulan beruntun yakni pada Juli (49,3), Agustus (48,9), September (49,2), Oktober (49,2), dan November 2024 (49,6).

Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan kondisi manufaktur antara China dan Indonesia. Hal ini menggambarkan perdagangan antara China dan Indonesia, tidak saling menguntungkan.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum