Menu

Dark Mode
PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

Ekonomi

PMI Manufaktur Indonesia Anjlok Terus, PMI Manufaktur China Malah Melonjak

Avatarbadge-check


					Ilustrasi PMI Manufaktur Indonesia Anjlok Terus, PMI Manufaktur China Malah Melonjak. Perbesar

Ilustrasi PMI Manufaktur Indonesia Anjlok Terus, PMI Manufaktur China Malah Melonjak.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Selama dua bulan berturut-turut, aktivitas manufaktur China menunjukkan lonjakan positif. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur China naik menjadi 51,5 di November 2024. Angka tersebut tertinggi sejak Juni seperti dikutip dari Caixin dan S&P Global (2/12).

Data tersebut menunjukkan bahwa pemulihan yang tidak merata sedang terjadi di seluruh perekonomian Asia. Indikator resmi aktivitas pada November hanya menunjukkan sedikit peningkatan di sektor manufaktur, sementara indeks konstruksi dan jasa secara tak terduga turun kembali ke level yang memisahkan kontraksi dari ekspansi.

Baca juga:
Tantangan Ekonomi Prabowo, PMI Manufaktur Anjlok, Angka PHK Naik

Dilansir dari survei Bloomberg, penyebab membaiknya manufaktur China karena adanya peningkatan ekspor. Ekspor China dinilai telah menopang ekonomi di 2024 ini.

Dimana pengiriman dalam tiga kuartal pertama melonjak ke nilai tertinggi kedua yang pernah tercatat. Lonjakan ini menempatkan China pada jalur untuk mencapai rekor surplus perdagangan yang bisa mencapai hampir US$1 triliun tahun ini.

Salah satu negara tujuan ekspor China adalah Indonesia. Berdasarkan data BPS terbaru, impor Indonesia paling besar berasal dari China.

Jika ditotal, sepanjang Januari-Oktober tahun ini, nilai impor produk dari China juga naik sebesar 13,29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari-Oktober 2024 nilai impor produk dari China sebesar USD 57,81 miliar.

Sebaliknya, PMI Manufaktur Indonesia malah terus terkontraksi. Hal ini menunjukkan Aktivitas manufaktur Indonesia memburuk dan kembali mengalami kontraksi di November 2024.

Selama lima bulan beruntun, PMI Manufaktur Indonesia mengalami koreksi. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis S&P Global hari ini, Senin (2/12) mencatat bahwa PMI manufaktur Indonesia terkontraksi ke 49,6 pada November 2024.

Seperti diketahui, PMI Manufaktur Indonesia sudah mengalami kontraksi selama lima bulan beruntun yakni pada Juli (49,3), Agustus (48,9), September (49,2), Oktober (49,2), dan November 2024 (49,6).

Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan kondisi manufaktur antara China dan Indonesia. Hal ini menggambarkan perdagangan antara China dan Indonesia, tidak saling menguntungkan.

[red]

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)
Populer Berita News Update