Bandung, Indonesiawatch.id – Polrestabes Bandung menutup kasus tewasnya seorang mahasiswi, AM (21), di Gedung Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Polrestabes Bandung menutup kasus tersebut setelah melakukan serangkaian penyelidikan atas tewasnya AM pada Kamis, (26/12), dan ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB.
Baca juga:
Gadis Penjaja Gorengan Tewas Terkubur Tanpa Busana, Diduga Korban Pembunuhan
“Kasus ini prosesnya ditutup,” kata Kombes Pol. Budi Sartono, Kapolrestabes Bandung, dalam konferensi pers pada Sabtu, (28/12).
Budi menyampaikan, pihaknya telah melakukan penyelidikan, di antaranya mengambil sejumlah rekaman kamera pengawas atau CCTV mulai dari kostan AM hingga Gedung Gymnasium, Kampus UPI.
“CCTV telah kita ambil dan kita telah melihat, termasuk CCTV di kost-kostan korban [korban AM],” ujarnya.
Sekitar pukul 11.33 WIB, korban AM keluar dari gang rumah indekos atau kos-kosan di Jalan Al-Farizi, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung.
“Ini adalah gambarnya pada pukul 11.33,” kata dia menunjukkan foto hasil dari rekaman CCTV.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Budi Sartono, menyampaikan keterangan mengenai tewasnya mahasiswi AM di Gymnasium UP Bandung. (Indonesiawatch.id/Ist)
Kemudian pada pukul 11.39 WIB, lanjut Budi, sesuai rekaman CCTV, koban AM terlihat berjalan memasuki Gedung Gymnasium Kampus UPI. “Ini pukul 11.39,” katanya.
Selanjutnya, pada pukul 11.40 WIB, korban juga terlihat di CCTV berjalan di dalam Gedung Gymnasium Kampus UPI. Pada pukul 11.41 WIB, terlihat korban memasuki di dalam Gedung Gymnasium kampus UPI. Ini korban terlihat sendirian, tidak ada orang lain.
“Kemudian pada pukul 12.28, terlihat di CCTV korban jatuh dari lantai 2 gedung gymnasium ke lapangan basket di gymnasium tersebut,” katanya.
Selain mengumpulkan rekanan CCTV dan mengeceknya, penyelidik Polrestabes Bandung juga meminta keterangan dari sejumlah saksi, di antaranya DN, petugas keamanan Kampus UPI Bandung.
“Saksi AV, yaitu mantan kekasih atau mantan teman dekat dari korban dan juga saksi N, yaitu ibu kos dari korban tersebut, dan juga saksi SP, yaitu ayah dari korban,” katanya.
Selain itu, penyelidik juga memeriksa MF dan DN, dua orang saksi yang pertama menemukan korban AM di lapangan basket Gedung Gymnasium UPI Bandung.
Berdasarkan informasi awal, kedua orang saksi di atas sekitar pukul 15.00 WIB akan membuat tugas video basket di Gd Gymnasium UPI.

AM setelah keluar dari rumah indekos berjalan menuju ke Kampus UPI Bandung. (Indonesiawatch.id/Ist)
Setelah saksi naik ke lantai 2 Gedung Gymnasium, melihat korban sudah dalam ke adaan telungkup dengan kepala bercucuran darah dan tertutup kerudung. Saksi melaporkannya kepada pengelola Gedung Gymnasium UPI dan ke Polsek Sukasari.
Lebih lanjut Budi menyampaikan, untuk mengusut kasus tersebut, sempat dilakukan visum pada bagian luar tubuh korban. Pasalnya, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.
Budi mengungkapkan, berdasarkan keterangan AV, pada hari Kamis dia sempat bertemu AM di rumah indekos AM. Saksi AV menyampaikan, sempat ada cek-cok dengan korban.
AV kemudian pulang ke rumah indekosnya. “Kemudian setelah itu dia [AV] tidak tahu lagi korban [AM] seperti apa,” katanya.
Sesuai rekaman CCTV, AV keluar dari rumah indekos AM sekitar pukul 11.00 WIB. Sekitar setengah jam kemudian, AM baru keluar dari rumah indekosnya sendirian menuju Kampus UPI.
Kesimpulannya, AM terjatuh atau menjatuhkan diri karena tidak ada orang lain di sana dan CCTV tidak ada yang fokus ke arah posisi AM ketika dia terjatuh dari lantai 2 gedung tersebut.
Budi menyampaikan, pihaknya menyimpulkan bahwa kalau tidak terjatuh, AM menjatuhkan diri dari lantai 2 ke lapangan basket yang ada di bawahnya.
[red]






