Menu

Dark Mode
Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

Ekonomi

Praktisi: Sayangkan Belum ada Program Holding PTPN 3 Untuk Mengurangi Impor Gula

Avatarbadge-check


					Praktisi: Sayangkan Belum ada Program Holding PTPN 3 Untuk Mengurangi Impor Gula Perbesar

Jakarta, Indonesiawatch.id – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melakukan integrasi bisnis tebu antara on farm dan off farm. Integrasi ini diklaim bisa menjaga keseimbangan Plant Cane dan Ratoon.

Menurut Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), M. Abdul Ghani, Integrasi antara on farm dan off farm memberikan beberapa keunggulan. Seperti standarisasi yang lebih baik dalam pengelolaan on farm baik secara teknis maupun non-teknis.

“Efisiensi biaya on farm yang lebih tinggi dengan skala pengerjaan yang tepat, peningkatan efisiensi rantai pasok dengan penjadwalan tebang, muat, angkut (TMA) yang diselaraskan, serta pemanfaatan nilai tambah produk samping secara menyeluruh,” kata Ghani dalam rilisnya, (09/08).

Riza Mutiara pendiri pabrik oleochemical pertama di Indonesia mengatakan bahwa program tersebut hanya sampai pada produk gula konsumsi yang dijual di warung-warung. “Hanya sampai di gula kosumsi yang di jual di warung-warung dan kebutuhan rumah tangga,” katanya kepada Indonesiawatch.id, (10/08).

Artinya, kata Riza, Holding PTPN III belum memiliki program untuk meningkatkan gula kosumsi menjadi ICUMSA 45. “Atau gula rafinasi untuk kebutuhan industri, sangat disayangkan” katanya.

Karena itu, ujar Riza, ini sama saja kita tetap membiarkan impor gula yang menyentuh 6 juta ton per tahun. “Tetap membiarkan import gula 6 juta ton per tahun dengan ICUMSA 300/raw brown sugar untuk diolah di kilang-kilang rafininasi milik swasta menjadi ICUMSA 45,” katanya.

Riza justru mempertanyakan, mengapa Palm Co dan Sugar Co sejauh ini tidak langsung membuat gula rafinasi. “Kenapa PALM CO dan SUGAR CO tidak langsung juga buat gula rafinasi padahal tinggal tambah peralatan. Sangat sederhana, aneh ini” katanya.

Untuk mendapatkan gula yang lebih berkualitas, Dia menyarankan agar tidak menggiling tebu di musim hujan selama 3 bulan. Stop giling hanya di musim hujan 3 bulan karena tebu banyak kandungan air,” pungkasnya.

Menurutnya, hari giling tebu di kilang-kilang seharusnya 270 hari. “Libur 3 bulan dalam musim hujan. Rendemen bisa meningkat menjadi 10-12%,” kata Riza.

Karena itu, sambung Riza, perlu manajemen on farm dan off farm agar hari giling meningkat. “Rendemen meningkat, produksi tebu meningkat. Bisa meningkat menjadi ICUMSA 45/rafinasi untuk industri, supaya ada program swasembada gula,” ujarnya.
[red]

Berita Terbaru

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)

Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi

15 January 2026 - 12:27 WIB

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) se-Kota Bandung serta Pemuda/i Kristen Kota Bandung pada hari ini melaksanakan aksi damai.
Populer Berita Daerah