Menu

Dark Mode
PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

Energi

Produksi Minyak Blok Rokan Kalahkan 11 lapangan Minyak Luar Negeri Pertamina

Avatarbadge-check


					Lapangan Migas Pertamina di Tengah Gurun Sahara Algeria (Dok. Pertamina). Perbesar

Lapangan Migas Pertamina di Tengah Gurun Sahara Algeria (Dok. Pertamina).

Jakarta, Indonesiawatch.id – PT Pertamina (persero) gencar melakukan akuisisi dan merger aset lapangan migas di luar negeri selama beberapa tahun terakhir. Saat ini, menurut Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Arya Dwi Paramita, Pertamina punya 11 aset lapangan migas di luar negeri.

“Ada di 11 negara antara lain Algeria, Irak, Malaysia, Tanzania, Gabon, Angola, Nigeria, dan lain-lain,” ujarnya kepada Indonesiawatch.id, (25/07).

Semua lapangan migas luar negeri yang dikelola PT Pertamina Internasional EP tersebut hanya mampu memproduksi 156 ribu Barrel of Oil Per Day (BOPD). “Status Mei 2024 produksi minyak di luar negeri sekitar 156 ribu BOPD, produksi gas di luar negeri sekitar 416 MMSCFD,” ujar Arya.

Hingga Mei 2024, PHE mencatatkan produksi migas sebesar 1,05 juta BOEPD (barel setara minyak per hari). Dengan rincian produksi minyak sebesar 556 ribu BOPD (barel minyak per hari) dan produksi gas 2.853 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).

Jumlah produksi dari 11 negara tersebut ternyata masih di bawah produksi 1 blok migas di dalam negeri, yaitu dari Blok Rokan. Per 15 Juli 2024, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, produksi minyak dari Blok Rokan sekitar 157.000 (BOPD).

Puluhan triliunan Rupiah sudah habis untuk mengakuisisi lapangan-lapangan migas di luar negeri. Toh, produksi migas Pertamina dari luar negeri, masih keok dibandingkan produksi dari Blok Rokan.

Sayangnya, pihak PT PHE enggan merinci produksi di masing-masing lapangan migas Pertamina yang ada di luar negeri. Indonesiawatch.id juga mencoba mengkonfirmasi Direktur Utama PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), Jaffee Arizon Suardin alias Buyung.

Perihal hasil produksi migas luar negeri dijual di lokasi atau diangkut ke dalam negeri untuk kebutuhan kilang. Sayangnya, eks Deputi Perencanaan SKK Migas itu, bungkam.
[red]

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)
Populer Berita News Update