Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Politik

Selamat Jalan Bang Faisal, Kami Rindu Abang Hadir di Pojokan Taman..

Avatarbadge-check


					Ekonom Faisal Basri (Doc. Katadata) Perbesar

Ekonom Faisal Basri (Doc. Katadata)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Ekonom senior dan juga pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri tutup usia pada Kamis, 5 September 2024. Faisal mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan di umur 65 tahun.

Dalam keterangan pihak keluarga, ekonom alumnus Universitas Indonesia (UI) itu meninggal dunia akibat serangan jantung setelah beberapa hari sebelumnya dirawat di RS. Hingga Kamis (5/9) rumah duka almarhum di Komplek Gudang Peluru Blok A 60 Jakarta Selatan ramai dikunjungi tokoh publik, akademisi, hingga awak media.

Faisal Basri lahir di Bandung, 6 November 1959. Ia merupakan salah seorang pendiri Mara (Majelis Amanah Rakyat) yang merupakan cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN). Keponakan dari mendiang mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Adam Malik ini juga berkontribusi mendirikan hingga mengelola beberapa organisasi nirlaba seperti Yayasan Harkat Bangsa, Global Rescue Network, dan Yayasan Pencerahan Indonesia.

Pada tahun 2000, Faisal juga diangkat menjadi anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Di tahun 2023, ia diangkat menjadi anggota Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Faisal Basri menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (1985) dan meraih gelar Master of Arts bidang ekonomi di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat (1988).

Kepergian Faisal Basri atau karib disapa Bang Faisal meninggalkan duka yang dalam bagi koleganya sesama ekonom. Kepada Indonesiawatch.id, ekonom sekaligus Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menyampaikan testimoninya atas kepergian Faisal Basri. “Kami atas nama keluarga besar INDEF memohon maaf kepada kolega, kerabat serta pihak-pihak yang berhubungan secara langsung dan tidak langsung dengan Bang Faisal Basri,” kata Tauhid.

“Kami mengenal beliau cukup lama dengan kepribadian yang bersahaja dan sederhana, kritis dalam menyampaikan pandangan, berani mengungkapkan fakta, serta tetap konsisten menjaga demokrasi dan pembelian Terhadap masyarakat yang tertindas, selalu humble terhadap setiap orang,” ucap Tauhid.

Tauhid mengakui keunggulan Faisal dalam bidang kepakaran dan daya kritis. “Analisisnya tajam dengan data-data yang luar biasa tajam dan sulit diperoleh, baik secara lisan maupun tulisan.   Kami (INDEF) kehilangan orang terbaik kami di mana secara lembaga kami berdiri sejak 1995,” katanya.

Di kalangan INDEF, Faisal Basri tidak hanya dikenal sebagai pendiri tetapi juga sosok yang senantiasa menjaga marwah dan reputasi lembaga INDEF. “Peninggalan beliau selain tulisan juga buku-buku beliau yang jumlahnya ribuan adalah amanah yang kami jaga. Kami kehilangan masa-masa diskusi ringan hingga berat persoalan bangsa yang tidak ada habisnya,” ujar Tauhid.

Ia mengenang sosok Bang Faisal yang suka duduk di pojok taman dengan gaya merokok santainya. Kesederhanaan dan kebersahajaan melekat pada sosok Faisal, berkelindan dengan pemikirannya yang cerdas dan gemilang.

“Kami kehilangan sosok yang menghadirkan suasana berbeda bahwa negara ini dalam kondisi yang memprihatinkan dan harus diperbaiki.  Semoga sumbangan pemikiran menjadi amal ibadah mengantarkan Abang ke tempat tertinggi di hadapan-Nya.  Kami rindu Abang hadir di pojokan taman,” pungkas Tauhid.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum