<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Faisal Basri Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/faisal-basri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/faisal-basri/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Sep 2024 02:36:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Faisal Basri Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/faisal-basri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Begawan Ekonom itu Pergi Di Saat Ketidakpastian Ekonomi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/begawan-ekonom-itu-pergi-di-saat-ketidakpastian-ekonomi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/begawan-ekonom-itu-pergi-di-saat-ketidakpastian-ekonomi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2024 01:55:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra Rambey]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonom Senior UI]]></category>
		<category><![CDATA[Faisal Basri]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Rizal Ramli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3482</guid>

					<description><![CDATA[<p>Begawan Ekonom itu Pergi Di Saat Ketidakpastian Ekonomi Oleh: Chandra Rambey* &#160; Bang Faisal, begitu...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/begawan-ekonom-itu-pergi-di-saat-ketidakpastian-ekonomi/">Begawan Ekonom itu Pergi Di Saat Ketidakpastian Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Begawan Ekonom itu Pergi Di Saat Ketidakpastian Ekonomi</strong></p>
<p>Oleh:</p>
<p>Chandra Rambey*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>B</strong>ang Faisal, begitu beliau dipanggil teman, sahabat dan koleganya semasa masih lantang berbicara di depan media, berbagai diskusi dan seminar. Kabar mengejutkan meninggalnya ekonom berintegritas ini tiba-tiba tersebar di medsos, WA Group membuat masyarakat Indonesia khususnya para ekonom, aktivis demokrasi dan tentu mahasiwa beliau. Tidak diragukan lagi Fasial Basri ekonom jebolan Universitas Indonesia (UI) ini sangat diakui kekritisannya, daya analisisnya dengan data-data yang kuat melontarkan kritikan atas kebijakan pemerintah tanpa tendeng aling-aling. Hal ini sering terjadi apabila beliau melihat kejanggalan apalagi ketidakadilan dalam kebijakan pemerintah. Keberanian mengkritisi pemerintah khususnya bidang Ekonomi dan Kebijakan Publik tidak hanya dia lakukan baru-baru ini, atau setelah Orde Reformasi tapi jauh saat Orde Baru masih sangat kuat beliau telah mengambil sikap yang tegas kepada pemerintah.</p>
<p>Kita masih ingat betapa beliau melakukan kritik keras dan menyampaikannya di berbagai diskusi dan seminar di kampus-kampus maupun yang diselenggarakan masyarakat sipil (<em>civil soci</em><em>e</em><em>ty</em>) pada zaman Pak Harto yang kadang kita yang mengikuti ceramah dan diskusi dengan beliau merasa ngeri sendiri. Hampir di setiap periode pemerintahan setelah reformasi tidak lepas dari kritikan Bang Faisal walaupun banyak menteri bidang ekonomi adalah teman sejawat beliau dari UI.</p>
<p>Tidak heran memang Faisal Basri sangat konsen dengan kebijakan ekonomi setiap pemerintahan di Indonesia karena beliau dikenal sebagai salah satu spesialisnya ekonomi politik, tidak banyak yang menekuni topik ini, selain beliau juga dikenal Dr. Sahrir dan Prof. Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Pandangannya yang selalu membela kepentingan rakyat membuat banyak pejabat alergi mengundang beliau untuk berdiskusi karena takut akan kritik pedasnya.</p>
<p>Di era Pemerintahan Jokowi ini, salah satu yang terngiang atau viral kritik beliau adalah terkait terkait pengelolaan SDA khususnya nikel. Beliau tanpa tendeng aling-aling memberikan kritikan kepada orang-orang terdekat Pak Jokowi seperti LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) dan Airlangga Hartarto. Seolah beliau tidak mempunyai rasa takut sedikit pun dengan resiko dari apa yang disampaikan, itulah Bang Faisal ekonom berintegritas.</p>
<p>Hari ini, Kamis (5 Agustus 2024) kita, bangsa Indonesia kembali kehilangan ekonom yang berintegritas yang selalu menyuarakan keadilan ekonomi buat rakyat Indonesia. Rasa kehilangan yang sama ketika meninggalnya Dr. Rizal Ramli yang juga seorang ekonom yang dikagumi kawan dan lawan debat mereka dalam diskusi-diskusi publik khususnya di bidang ekonomi, politik dan demokrasi.</p>
<p>Lelaki berdarah Batak bermarga Batubara ini dilahirkan di Bandung, menikah dengan Syafitri Nasution mempunyai tiga orang anak memang akhir-akhir ini terlihat agak menurun kesehatannya namun semangatnya menyuarakan kebenaran dan daya kritisnya tidak pernah surut.</p>
<p>Hari ini beliau pergi meninggalkan kita, bangsa dan negaranya untuk selamanya di saat kita masih butuh pemikiran-pemikirannya yang cerdas dan segar. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran menerima kepergiannya.</p>
<p>Selamat jalan Bang Faisal, Selamat Jalan Begawan Ekonomi Bangsa …</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*<em>Penulis Anggota Dewan Pakar DPW</em> <em>PKS Sumatera Utara</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/begawan-ekonom-itu-pergi-di-saat-ketidakpastian-ekonomi/">Begawan Ekonom itu Pergi Di Saat Ketidakpastian Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/begawan-ekonom-itu-pergi-di-saat-ketidakpastian-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebelum Wafat Beberapa Hari, Faisal Basri Sempat Nikmati Lontong Medan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/sebelum-wafat-beberapa-hari-faisal-basri-sempat-nikmati-lontong-medan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/sebelum-wafat-beberapa-hari-faisal-basri-sempat-nikmati-lontong-medan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Sep 2024 15:12:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Faisal Basri]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[lontong medan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarata, Indonesiawatch.id &#8211; Pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, Faisal Basri Batubara, sempat menikmati lontong Medan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sebelum-wafat-beberapa-hari-faisal-basri-sempat-nikmati-lontong-medan/">Sebelum Wafat Beberapa Hari, Faisal Basri Sempat Nikmati Lontong Medan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarata, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, Faisal Basri Batubara, sempat menikmati lontong Medan di Hotel JW Marriot, sebelum kembali ke Jakarta, pada Sabtu 31 Agustus 2024.</p>
<p>Hal ini diceritakan Ahmady Meuraxa, seorang jurnalis yang tinggal di Medan, yang hendak mengantar Faisal Basir ke Stasiun Kereta Api Kota Medan.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/sebelum-berpulang-keluarga-ungkap-aktivitas-terakhir-ekonom-senior-faisal-basri/">Sebelum Berpulang, Keluarga Ungkap Aktivitas Terakhir Ekonom Senior Faisal Basri</a></span></h6>
</blockquote>
<p>“Kami pun sempat berbincang ringan di restoran sambil menikmati lontong ala JW Marriot yang tentu saja tidak seenak lontong di pinggir jalan,” kata Ahmady, (05/09).</p>
<p>Tadinya, Ahmady bersama temannya Irmansyah Lubis mau mengajak Faisal menikmati masakan khas Medan di kawasan kota. Tapi karena kesehatannya tidak mendukung, Faisal Basri meminta sebaiknya ngobrol di restoran hotel saja.</p>
<p>Menurunnya kesehatan Faisal, sudah tampak ketika Ahmady melihatnya berjalan dari <em>lift</em> menuju <em>lobby</em>. Faisal sesekali sempoyongan. Hampir saja terjatuh, tapi Ia tetap berusaha tegak.</p>
<p>“Mata saya agak kabur. Saya malah sempat kehilangan orientasi saat turun dari lift tadi. Saya kira hari sudah malam, tak taunya masih siang,” kata Ahmady meniru ucapan Faisal.</p>
<p>Ahmady menawarkan untuk mengantar Faisal ke Bandara. Hanya saja ketika itu, Faisal lebih memilih menggunakan kereta bandara dari stasiun. “Saya lebih suka naik kereta. Lebih pasti, lebih santai,” kata Faisal, seperti yang diceritakan Ahmady.</p>
<p>Ahmady sempat kaget, ketika Faisal celetuk kalau dirinya diguna-guna. “Kesehatanku agak menurun sejak dua bulan terakhir ini. Ada yang mengatakan kalau aku terkena guna-guna karena terlalu sering mengkritik penguasa,” kata Faisal kepada Ahmady.</p>
<p>Entah itu bercanda atau tidak, kata Ahmady, saat itu Faisal Basri menyampaikan keluhan kesehatannya dengan sangat serius.</p>
<p>Saat makan satu suap lontong yang tersaji di atas meja, kata Ahmady, Faisal sempat terbatuk dan muntah. ”Namun ia berusaha menelan kembali muntah itu. Mungkin untuk berusaha membuat kami tenang,” kata Ahmady.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/selamat-jalan-bang-faisal-kami-rindu-abang-hadir-di-pojokan-taman/">Selamat Jalan Bang Faisal, Kami Rindu Abang Hadir di Pojokan Taman..</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Saat asyik berbincang, ujar Ahmady, Faisal Basri beberapa kali terlihat mengeluhkan perutnya yang terasa sakit. Bahkan ia sempat tertidur di kursi seraya tangannya bersandar di atas <em>handle</em> koper yang ada di sampingnya.</p>
<p>“Saya dan Irmansyah tidak berani mengganggu lagi. Tanda-tanda kelelahan terlihat jelas pada wajah dan fisiknya,” ujar Ahmady.</p>
<p><em><strong>Bersambung ke halaman selanjutnya</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sebelum-wafat-beberapa-hari-faisal-basri-sempat-nikmati-lontong-medan/">Sebelum Wafat Beberapa Hari, Faisal Basri Sempat Nikmati Lontong Medan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/sebelum-wafat-beberapa-hari-faisal-basri-sempat-nikmati-lontong-medan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Bang Faisal, Kami Rindu Abang Hadir di Pojokan Taman..</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/selamat-jalan-bang-faisal-kami-rindu-abang-hadir-di-pojokan-taman/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/selamat-jalan-bang-faisal-kami-rindu-abang-hadir-di-pojokan-taman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Sep 2024 13:13:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonom Senior]]></category>
		<category><![CDATA[Faisal Basri]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[INDEF]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3476</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Ekonom senior dan juga pendiri Institute for Development of Economics and Finance...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/selamat-jalan-bang-faisal-kami-rindu-abang-hadir-di-pojokan-taman/">Selamat Jalan Bang Faisal, Kami Rindu Abang Hadir di Pojokan Taman..</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Ekonom senior dan juga pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri tutup usia pada Kamis, 5 September 2024. Faisal mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan di umur 65 tahun.</p>
<p>Dalam keterangan pihak keluarga, ekonom alumnus Universitas Indonesia (UI) itu meninggal dunia akibat serangan jantung setelah beberapa hari sebelumnya dirawat di RS. Hingga Kamis (5/9) rumah duka almarhum di Komplek Gudang Peluru Blok A 60 Jakarta Selatan ramai dikunjungi tokoh publik, akademisi, hingga awak media.</p>
<p>Faisal Basri lahir di Bandung, 6 November 1959. Ia merupakan salah seorang pendiri Mara (Majelis Amanah Rakyat) yang merupakan cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN). Keponakan dari mendiang mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Adam Malik ini juga berkontribusi mendirikan hingga mengelola beberapa organisasi nirlaba seperti Yayasan Harkat Bangsa, <em>Global Rescue Network</em>, dan Yayasan Pencerahan Indonesia.</p>
<p>Pada tahun 2000, Faisal juga diangkat menjadi anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Di tahun 2023, ia diangkat menjadi anggota Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).</p>
<p>Faisal Basri menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (1985) dan meraih gelar Master of Arts bidang ekonomi di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat (1988).</p>
<p>Kepergian Faisal Basri atau karib disapa Bang Faisal meninggalkan duka yang dalam bagi koleganya sesama ekonom. Kepada <em><strong>Indonesiawatch.id</strong></em>, ekonom sekaligus Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menyampaikan testimoninya atas kepergian Faisal Basri<em>. “</em>Kami atas nama keluarga besar INDEF memohon maaf kepada kolega, kerabat serta pihak-pihak yang berhubungan secara langsung dan tidak langsung dengan Bang Faisal Basri,” kata Tauhid.</p>
<p>“Kami mengenal beliau cukup lama dengan kepribadian yang bersahaja dan sederhana, kritis dalam menyampaikan pandangan, berani mengungkapkan fakta, serta tetap konsisten menjaga demokrasi dan pembelian Terhadap masyarakat yang tertindas, selalu <em>humble</em> terhadap setiap orang,” ucap Tauhid.</p>
<p>Tauhid mengakui keunggulan Faisal dalam bidang kepakaran dan daya kritis. “Analisisnya tajam dengan data-data yang luar biasa tajam dan sulit diperoleh, baik secara lisan maupun tulisan.   Kami (INDEF) kehilangan orang terbaik kami di mana secara lembaga kami berdiri sejak 1995,” katanya.</p>
<p>Di kalangan INDEF, Faisal Basri tidak hanya dikenal sebagai pendiri tetapi juga sosok yang senantiasa menjaga marwah dan reputasi lembaga INDEF. “Peninggalan beliau selain tulisan juga buku-buku beliau yang jumlahnya ribuan adalah amanah yang kami jaga. Kami kehilangan masa-masa diskusi ringan hingga berat persoalan bangsa yang tidak ada habisnya,” ujar Tauhid.</p>
<p>Ia mengenang sosok Bang Faisal yang suka duduk di pojok taman dengan gaya merokok santainya. Kesederhanaan dan kebersahajaan melekat pada sosok Faisal, berkelindan dengan pemikirannya yang cerdas dan gemilang.</p>
<p>“Kami kehilangan sosok yang menghadirkan suasana berbeda bahwa negara ini dalam kondisi yang memprihatinkan dan harus diperbaiki.  Semoga sumbangan pemikiran menjadi amal ibadah mengantarkan Abang ke tempat tertinggi di hadapan-Nya.  Kami rindu Abang hadir di pojokan taman,” pungkas Tauhid.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/selamat-jalan-bang-faisal-kami-rindu-abang-hadir-di-pojokan-taman/">Selamat Jalan Bang Faisal, Kami Rindu Abang Hadir di Pojokan Taman..</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/selamat-jalan-bang-faisal-kami-rindu-abang-hadir-di-pojokan-taman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebelum Berpulang, Keluarga Ungkap Aktivitas Terakhir Ekonom Senior Faisal Basri</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/sebelum-berpulang-keluarga-ungkap-aktivitas-terakhir-ekonom-senior-faisal-basri/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/sebelum-berpulang-keluarga-ungkap-aktivitas-terakhir-ekonom-senior-faisal-basri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Sep 2024 07:35:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Chatib Basri]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonom Senior]]></category>
		<category><![CDATA[Faisal Basri]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[INDEF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3461</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Ekonom senior Faisal Basri meninggal dunia di usia 65 tahun pada Kamis,...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sebelum-berpulang-keluarga-ungkap-aktivitas-terakhir-ekonom-senior-faisal-basri/">Sebelum Berpulang, Keluarga Ungkap Aktivitas Terakhir Ekonom Senior Faisal Basri</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Ekonom senior Faisal Basri meninggal dunia di usia 65 tahun pada Kamis, 5 September 2024. Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan.</p>
<p>Kabar duka tersebut dibagikan oleh Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri melalui media sosial X (Twitter). Chatib juga menyebut bagaimana sosok Faisal Basri dikenal sebagai tokoh teladan.</p>
<p>“<em>Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah meninggal dunia kawan, senior dan guru saya Bang Faisal Basri. Kehilangan besar buat negeri ini. Saya banyak sekali belajar dari Bang Faisal, tidak hanya soal ekonomi, ia menjadi teladan soal integritas, soal keteguhan sikap, soal komitmen pada demokrasi, pada keadilan</em>,” cuit Chatib Basri dilansir dari akun @ChatibBasri.</p>
<p>Chatib mengungkap Faisal Basri merupakan seorang ekonom terbaik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Daya kritis dan nalurinya yang tinggi membuat ia dikenal sebagai tokoh pendobrak sekaligus ekonom “pemberani”. Ia juga mengunggah foto kebersamaannya dengan Faisal Basri dalam acara FEB UI pada 16 Agustus lalu.</p>
<p>“<em>Faisal Basri adalah salah satu ekonom terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini</em>,” ucapnya.</p>
<p>Di detik-detik terakhir berpulangnya Faisal Basri, pihak keluarga mengungkap aktivitas terakhir pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini sebelum jatuh sakit dan meninggal pada Kamis (5/9) akibat serangan jantung.</p>
<p>Adik Faisal Basri, Ramdan Malik berkisah kakaknya terakhir kali beraktivitas saat diundang sebagai pembicara oleh kelompok petani di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dalam kapasitasnya sebagai ekonom pada Rabu (28/8).</p>
<p>Ramdan menyampaikan, Faisal ketika itu sempat menempuh perjalanan selama 6 jam dengan menggunakan mobil. Selama itu, Faisal juga tidak menggunakan AC dan memilih membuka kaca jendela di sepanjang perjalanan.</p>
<p>“Terus saya tanya &#8216;Makan duren?&#8217;, karena dia penggemar duren dia jawab ‘Ada Festival Duren dan, banyak makan durennya&#8217;,” ujar Ramdan Malik dalam keterangannya kepada wartawan di rumah duka di Kompleks Gudang Peluru, Kawasan Jakarta Selatan, pada Kamis, 5 September 2024.</p>
<p>Ramdan menyebut Faisal tiba di kediamannya di Jakarta pada Sabtu (31/8) dalam kondisi lemas. Kendati demikian, ia menyebut Faisal saat itu masih enggan untuk berobat ke rumah sakit.</p>
<p>Keesokan harinya, kondisi Faisal mulai memburuk hingga terlihat pucat dan berkeringat. Saat itu, Faisal baru mau berobat ke rumah sakit setelah dibujuk oleh putrinya.</p>
<p>“Kita bawa ke RS Mayapada Kuningan, lalu dokter jantung mendeteksi kemungkinan jantung. Jadi mau di-kateter, tapi enggak stabil karena gula maupun ginjal,” Ramdan menjelaskan.</p>
<p>Dalam kondisi yang makin melemah, Faisal langsung mendapatkan perawatan intensif di ICU pada Senin sore (2/9). Ia menyebut, kondisi sang kakak mulai stabil pada Rabu (4/9) malam. “Hari ini rencana mau kateter jam 7.30 pagi. Saya sudah bersiap mau ke sana tapi ternyata subuh tadi sudah tidak ada,” tuturnya.</p>
<p>Ramdan menyebut, pihak keluarga sempat menunggu 2 jam masa<em> emergency</em>. “Sempat dikateter sempet dipasang ring satu tapi tidak bisa diselamatkan lagi. Begitu kondisinya secara medis,” kata Ramdan.</p>
<p>Terpisah, Direktur INDEF Tauhid Ahmad membeberkan penyebab meninggalnya ekonom senior UI tersebut. Menurutnya, sebelum meninggal kondisi kesehatan Faisal Basri sempat menurun dan telah dirawat di rumah sakit sejak Senin (2/9).</p>
<p>Tauhid membenarkan Faisal dirawat di RS Mayapada Kuningan karena sakit jantung. “Kondisinya drop sejak tiga hari yang lalu langsung di rawat di rumah sakit Mayapada. Sakit Jantung, infonya sudah mau pasang ring tapi belum sempat tindakan,” ujar Tauhid.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sebelum-berpulang-keluarga-ungkap-aktivitas-terakhir-ekonom-senior-faisal-basri/">Sebelum Berpulang, Keluarga Ungkap Aktivitas Terakhir Ekonom Senior Faisal Basri</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/sebelum-berpulang-keluarga-ungkap-aktivitas-terakhir-ekonom-senior-faisal-basri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-09-20 02:07:50 by W3 Total Cache
-->