<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Johnson &amp; Johnson Indonesia Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/johnson-johnson-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/johnson-johnson-indonesia/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Nov 2024 09:10:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Johnson &amp; Johnson Indonesia Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/johnson-johnson-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Psoriasis dan Dampaknya pada Kesehatan Kulit</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/mengenal-psoriasis-dan-dampaknya-pada-kesehatan-kulit/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/mengenal-psoriasis-dan-dampaknya-pada-kesehatan-kulit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 09:10:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Devy Yheanne]]></category>
		<category><![CDATA[Johnson & Johnson Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Psoriasis]]></category>
		<category><![CDATA[RS St. Carolus Summarecon Serpong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit, menyebabkan munculnya bercak-bercak merah bersisik...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mengenal-psoriasis-dan-dampaknya-pada-kesehatan-kulit/">Mengenal Psoriasis dan Dampaknya pada Kesehatan Kulit</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesia</strong><strong>watch.id</strong> – Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit, menyebabkan munculnya bercak-bercak merah bersisik yang bisa menimbulkan rasa gatal dan perih. Di Indonesia, psoriasis menjadi salah satu masalah kesehatan kulit yang cukup umum, namun masih banyak masyarakat yang belum memahami secara mendalam mengenai penyebab, gejala, dan cara penanganannya.</p>
<p>Tingkat pengetahuan yang rendah seringkali membuat penderita merasa terkucilkan dan mengalami penurunan kualitas hidup. Karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menyediakan sumber daya yang dapat menawarkan dukungan dan edukasi agar dapat membantu individu merasa terhubung dan berdaya.</p>
<p>Psoriasis, yang dikategorikan sebagai penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit kronis yang menyakitkan, merusak penampilan, dan bahkan melumpuhkan. Penyakit ini berdampak negatif pada kualitas hidup pasien. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, namun paling umum terjadi pada usia 20-30 tahun dan 50-60 tahun.</p>
<p>Sekitar 125 juta orang atau 2-3% dari total populasi mengidap psoriasis. Individu dengan psoriasis lebih berisiko mengalami berbagai komorbiditas/penyakit penyerta, termasuk penyakit kardiovaskular, serangan jantung, stroke, sindrom metabolic, depresi, dan lainnya. sehingga psoriasis menjadi masalah kesehatan yang serius.</p>
<p>Menyadari pentingnya edukasi kesehatan dalam upaya membantu masyarakat mengenali dan menghadapi psoriasis dengan lebih baik, Johnson &amp; Johnson Indonesia berkolaborasi <a href="https://carolussummarecon.com/"><strong>RS St. Carolus Summarecon Serpong</strong></a> menyelenggarakan seminar awam bertajuk “<em>Kenali Psoriasis: Bagaimana Mengatasinya?</em>”.</p>
<p>Hari Psoriasis Sedunia telah diperingati setiap tanggal 29 Oktober selama lebih dari satu dekade, bahkan saat ini Hari Psoriasis Sedunia diperingati di lebih dari 70 negara untuk memberikan informasi yang komprehensif mengenai penyakit ini, serta mendorong langkah-langkah pencegahan dan pengelolaan yang efektif bagi masyarakat.</p>
<p>Seminar ini memiliki empat tujuan. Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang psoriasis dan dampaknya pada kesehatan kulit dan kualitas hidup. Kedua, memberikan edukasi pengenalan tentang psoriasis dan cara mengelola gejala psoriasis secara efektif. Ketiga, menyediakan platform untuk diskusi interaktif antara peserta dan dokter spesialis. Terakhir, mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan kulit mereka dan mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat.</p>
<p>Psoriasis yang paling umum adalah psoriasis plak (PsO), yaitu penyakit yang dimediasi oleh sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan produksi sel kulit berlebih, yang menyebabkan plak yang meradang dan bersisik yang mungkin terasa gatal atau nyeri.</p>
<p>Diperkirakan lebih dari 125 juta orang di seluruh dunia mengidap penyakit ini. Hampir seperempat dari semua orang dengan plak PsO memiliki kasus yang dianggap sedang hingga parah. Hidup dengan plak PsO dapat menjadi tantangan dan berdampak pada kehidupan di luar kesehatan fisik seseorang, termasuk kesehatan emosional, hubungan, dan penanganan stresor kehidupan.</p>
<p>Country Leader of Communications &amp; Public Affairs, Johson &amp; Johnson Innovative Medicine, untuk Indonesia, Malaysia dan Philippine, Devy Yheanne menyatakan, pihaknya berharap acara tersebut dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam pemahaman dan penanganan psoriasis.</p>
<p>“Di Johnson &amp; Johnson, kami memahami bahwa pengetahuan dan informasi memegang peranan sangat penting dalam upaya memerangi penyakit dan meningkatkan kesadaran pada masyarakat. Oleh karenanya Johnson &amp; Johnson terus bekerja sama dengan para mitra untuk memberikan informasi luas dan bermanfaat bagi masyarakat dari waktu ke waktu,” kata Devy.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mengenal-psoriasis-dan-dampaknya-pada-kesehatan-kulit/">Mengenal Psoriasis dan Dampaknya pada Kesehatan Kulit</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/mengenal-psoriasis-dan-dampaknya-pada-kesehatan-kulit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental, Memahami Depresi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-memahami-depresi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-memahami-depresi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 09:04:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Devy Yheanne]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Adhi Wibowo Nurhidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Johnson & Johnson Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3663</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Johnson &#38; Johnson Indonesia bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-memahami-depresi/">Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental, Memahami Depresi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong><strong>, Indonesiawatch.id</strong> – <a href="https://www.jnj.com/"><strong>Johnson &amp; Johnson</strong></a> Indonesia bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) <a href="https://mmchospital.co.id/"><strong>Metropolitan Medical Center</strong></a> (MMC) menyelenggarakan seminar daring bertajuk “Pahami Depresi, Cegah Bunuh Diri” pada Selasa, 10 September 2024.</p>
<p>Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (<em>World Suicide Prevention Day</em>/WSPD) yang diperingati setiap 10 September dan bertujuan memusatkan perhatian dunia pada masalah ini sekaligus mengurangi stigma.</p>
<p>Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pembicara salah satunya  dr. Adhi Wibowo Nurhidayat, SpKJ dari Poli Psikiatri di RS MMC sebagai pembicara dan narasumber. Secara garis besar, terdapat tiga topik utama yang disampaikan. Yakni, apa itu depresi? Bagaimana mekanisme dan pencegahan bunuh diri. Terakhir, perkembangan terkini untuk terapi depresi dan bunuh diri.</p>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<a href="https://indonesiawatch.id/kehabisan-obat-dokter-ngamuk-di-medan-bobby-nasution-diminta-turun-tangan/"><span style="color: #ff6600;"><strong>Kehabisan Obat, Dokter Ngamuk di Medan, Bobby Nasution Diminta Turun Tangan..</strong></span></a></h6>
<p>Depresi masih belum terlalu dipahami dengan baik di berbagai negara, termasuk Indonesia, stigma dan kesadaran yang rendah menghambat akses pasien terhadap pengobatan. Kurangnya pemahaman akan perbedaan tentang jenis depresi di antara pasien dan masyarakat pada umumnya dapat membuat gejala dan pengalaman penderita sering dianggap sama saja.</p>
<p>Dokumen <em>White Paper</em> di wilayah Asia Pasifik yang dipublikasikan pada 2021 bertajuk “Rising Social and Economic Cost of Major Depression: Seeing the Full Spectrum” yang disponsori oleh Johnson &amp; Johnson Pte. Ltd. dan dijalankan oleh KPMG Singapura.</p>
<p>Riset tersebut mengungkap fakta bahwa Asia Pasifik memiliki tingkat penyakit depresi dan penyakit jiwa yang jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di dunia. Dokumen tersebut menyoroti bahwa orang yang hidup dengan depresi 40% kurang produktif daripada individu yang sehat.</p>
<p>Seminar juga bertujuan membantu masyarakat awam mengenali gejala depresi dan memahami bahwa depresi tidak semuanya sama, melainkan sebuah spektrum, sekaligus bertujuan untuk menurunkan stigma serta menghimbau masyarakat untuk mencari pengobatan yang tepat. Mampu mengenali gejala depresi dapat membantu masyarakat untuk segera mencari bantuan profesional sejak dini dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (<a href="https://www.who.int/"><strong>WHO</strong></a>) memperkirakan depresi menyumbang 4,3% dari beban penyakit global dan akan menempati peringkat sebagai kontributor utama pada 2030. Depresi akan menjadi beban penyakit nomor satu di negara maju dan seluruh dunia.</p>
<h6><strong>Baca juga:<br />
<a href="https://indonesiawatch.id/prevalensi-perokok-tetap-tinggi-pemerintah-perlu-adopsi-pendekatan-harm-reduction/"><span style="color: #ff6600;">Prevalensi Perokok Tetap Tinggi, Pemerintah Perlu Adopsi Pendekatan Harm Reduction</span></a><br />
</strong></h6>
<p>Berdasarkan data IHME 2019, dari sekitar 970 juta orang di dunia yang menderita gangguan jiwa, diperkirakan sekitar 28,9% merupakan gangguan depresi sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian khusus. Indonesia sendiri sampai saat ini masih memiliki rasio jumlah dokter jiwa (terhadap populasi) yang relatif rendah dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.</p>
<p>Country Leader of Communications &amp; Public Affairs of Johnson &amp; Johnson Innovative Medicine in Indonesia, Malaysia &amp; Phillipines, Devy Yheanne mengatakan, pentingnya menghilangkan stigma terhadap depresi di Indonesia mengingat kondisi tersebut dapat diobati, terutama ketika orang dapat mengenali gejalanya sejak dini dan mencari pengobatan jika diperlukan.</p>
<p>“Kami senang dapat bekerja sama dengan RS MMC dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan membahas masalah depresi ini serta mendorong masyarakat untuk memahami penyebab, gejala, dan mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan dari para ahli,” kata Devy.</p>
<p>Beberapa gejala gangguan depresi mayor adalah rasa sedih yang terus menerus, pesimis, rasa tidak berdaya, gampang tersinggung, insomnia, sulit makan, menarik diri hingga melakukan usaha untuk bunuh diri.</p>
<p>Maka, apabila Anda atau keluarga atau teman Anda mengalami gejala-gejala tersebut dan dugaan menderita gangguan depresi mayor, terutama bila ada niat untuk melukai diri sendiri dan/atau bunuh diri, maka sangat disarankan untuk segera berkonsultasi pada tenaga kesehatan jiwa profesional, seperti psikiater, dokter umum, atau psikolog.</p>
<p>Mitos umum tentang depresi adalah bahwa gangguan ini tidak dapat diobati. Namun, sebenarnya depresi adalah salah satu kondisi kesehatan mental yang paling bisa diobati. Tanpa pengobatan, penyakit dan gangguan jiwa dapat mempengaruhi hubungan individu dengan keluarga dan teman-teman mereka, karier profesional dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.</p>
<p>Orang yang menderita depresi dapat menghadapi konsekuensi yang berbahaya dan bahkan fatal karena hampir tidak mungkin mereka mampu menghadapi depresi sendirian. Karena itu, meningkatkan kesadaran tentang depresi adalah salah satu langkah pertama untuk mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-memahami-depresi/">Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental, Memahami Depresi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-memahami-depresi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-06-20 21:30:58 by W3 Total Cache
-->