<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>medco Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/medco/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/medco/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Jul 2024 22:18:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>medco Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/medco/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Medco Energi Bungkam, Penjualan Kondensatnya Dilaporkan ke KPK</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/medco-energi-bungkam-penjualan-kondensatnya-dilaporkan-ke-kpk/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/medco-energi-bungkam-penjualan-kondensatnya-dilaporkan-ke-kpk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jul 2024 22:18:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kasus medco bangkanai]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[medco]]></category>
		<category><![CDATA[skk migas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2378</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Salah satu lembaga bernama, Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) melaporkan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/medco-energi-bungkam-penjualan-kondensatnya-dilaporkan-ke-kpk/">Medco Energi Bungkam, Penjualan Kondensatnya Dilaporkan ke KPK</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Salah satu lembaga bernama, Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) melaporkan dugaan penunjukan PT Kimia Yasa sebagai pembeli kondensat bagian negara tanpa tender di Medco Energi Bangkanai Limited (MEBL). CERI melaporkan PT KY ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (25/7/2024).</p>
<p>CERI menilai pembelian kondensat tersebut berpotensi merugikan negara. “Secara garis besar, berdasarkan temuan-temuan CERI, kami menduga penunjukan PT KY sebagai pembeli kondensat bagian negara pada KKKS MEBL. Ini melanggar peraturan perundang-undangan yang berakibat merugikan negara,” ungkap Sekretaris Eksekutif CERI, Hengki Seprihadi.</p>
<p>Beberapa kali redaksi <strong>Indonesiawatch.id</strong> mencoba mengkonfirmasi Manager Oil Commercial Medco E&amp;P Indonesia, Surya Utama atas laporan dan tuduhan tersebut. Sayangnya, Surya bungkam.</p>
<p>Dalam laporannya, CERI menduga terjadi pelanggaran aturan soal terminal khusus BBM, pelanggaran izin lingkungan hingga dugaan persekongkolan dalam jual beli kondensat bagian negara. Menurut laporan CERI ke KPK, ada dugaan pembelian kondensat bagian negara di KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) PT Medco Energi Bangkanai (MEBL) oleh PT Kimia Yasa sejak lama tanpa tender.</p>
<p>&#8220;Patut diduga melanggar aturan Pedoman Tata Kerja SKK Migas yang merupakan turunan dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja SKK Migas. Sesuai bunyi Pasal 4 huruf G, khususnya SKK Migas diberikan mandat oleh Pemerintah untuk menunjuk penjual minyak mentah, gas dan kondensat bagian negara yang dapat memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi negara,&#8221; tertulis di laporan CERI.</p>
<p>Dalam laporannya, Hengki berharap KPK bisa mengusut tuntas kasus penjualan kondensat Medco ke PT KY. &#8220;Kami berharap modus ini bisa terungkap juga praktek-praktek serupa yang terjadi di semua KKKS lainnya,&#8221; ujar Hengki dalam laporannya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/medco-energi-bungkam-penjualan-kondensatnya-dilaporkan-ke-kpk/">Medco Energi Bungkam, Penjualan Kondensatnya Dilaporkan ke KPK</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/medco-energi-bungkam-penjualan-kondensatnya-dilaporkan-ke-kpk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anggota DPR Dapil Kalimantan Ini Bungkam Ditanya Soal Terbakarnya Kondensat Medco Bangkanai</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/anggota-dpr-dapil-kalimantan-ini-bungkam-ditanya-soal-terbakarnya-kondensat-medco-bangkanai/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/anggota-dpr-dapil-kalimantan-ini-bungkam-ditanya-soal-terbakarnya-kondensat-medco-bangkanai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 00:09:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Abdurrahman]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Maman]]></category>
		<category><![CDATA[medco]]></category>
		<category><![CDATA[medco bangkanai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2223</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Anggota DPR RI Komisi VII, Maman Abdurrahman bungkam ketika diminta tanggapan atas...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/anggota-dpr-dapil-kalimantan-ini-bungkam-ditanya-soal-terbakarnya-kondensat-medco-bangkanai/">Anggota DPR Dapil Kalimantan Ini Bungkam Ditanya Soal Terbakarnya Kondensat Medco Bangkanai</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Anggota DPR RI Komisi VII, Maman Abdurrahman bungkam ketika diminta tanggapan atas persoalan terbakarnya kondensat Medco Energi Bengkanai Ltd. (MEBL). Meskipun beberapa kali kondensat MEBL terbakar di Kalimantan.</p>
<p>Legislator dari Dapil Kalimantan Barat I itu tidak merespon pertanyaan yang diajukan redaksi <strong>indonesiawatch.id</strong>. Padahal akibat peristiwa kebakaran tersebut, ada potensi pendapatan negara yang hilang dan munculnya ancaman kerusakan lingkungan.</p>
<p>Maman, yang lama menjadi anggota komisi energi DPR, merupakan politisi Golkar. Maman lolos kembali menjadi anggota DPR di periode 2024-2029.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan PT Medco Energy Bengkanai Limited (MEBL) diduga telah melanggar keputusan rapat dengan SKK Migas. Pada tahun lalu, MEBL dan SKK Migas sepakat mencegah terjadinya Ground Flaring atau pembakaran kondensat di darat dan Production Curtailment di saat lifting migas nasional anjlok terus.</p>
<p>Persoalannya, beberapa waktu lalu tugboat yang mengangkut kondensat dari MEBL, terbakar. Peristiwa itu juga mengakibatkan meninggal dunianya beberapa orang di Sungai Barito. Kejadian terjadi tepatnya di dekat terminal PT Pada Idi di Desa Luwe Hulu.</p>
<p>Padahal, Penggiat anti konrupsi, Ketua NCW Kalteng Badian sejak tahun 2023 sudah mempersoalkan ini kepihak terkait, tapi kenapa sepi respon ya?<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/anggota-dpr-dapil-kalimantan-ini-bungkam-ditanya-soal-terbakarnya-kondensat-medco-bangkanai/">Anggota DPR Dapil Kalimantan Ini Bungkam Ditanya Soal Terbakarnya Kondensat Medco Bangkanai</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/anggota-dpr-dapil-kalimantan-ini-bungkam-ditanya-soal-terbakarnya-kondensat-medco-bangkanai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Medco Diduga Langgar Keputusan Rapat dengan SKK Migas</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/medco-diduga-langgar-keputusan-rapat-dengan-skk-migas/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/medco-diduga-langgar-keputusan-rapat-dengan-skk-migas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2024 10:50:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[bangkanai]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[medco]]></category>
		<category><![CDATA[skk migas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2211</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – PT Medco Energy Bangkanai Limited (MEBL) diduga telah melanggar keputusan rapat dengan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/medco-diduga-langgar-keputusan-rapat-dengan-skk-migas/">Medco Diduga Langgar Keputusan Rapat dengan SKK Migas</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> PT Medco Energy Bangkanai Limited (MEBL) diduga telah melanggar keputusan rapat dengan SKK Migas. Pada tahun lalu, MEBL dan SKK Migas sepakat mencegah terjadinya <em>Ground Flaring</em>.</p>
<p>&#8220;Untuk memiliki semangat yang sama untuk mencegah terjadinya <em>Ground Flaring</em> dan tidak terjadi <em>curtailment</em> atau pengetatan produksi sehingga produksi migas Bangkanai dapat disalurkan dengan aman,&#8221; seperti dikutip dari Risalah Rapat MEBL dengan SKK Migas, yang diperoleh <strong>Indonesiawatch.id</strong>.</p>
<p><em>Ground Flaring</em> adalah metode pembakaran yang dilakukan di darat. Di dunia migas, <em>Ground Flaring</em> biasanya dilakukan untuk mengatasi kelebihan gas atau kondensat penyebab <em>tank top</em>.</p>
<p>Persoalannya, beberapa waktu lalu tugboat yang mengangkut kondensat dari MEBL, terbakar. Peristiwa itu juga mengakibatkan meninggal dunianya beberapa orang di Sungai Barito. Kejadian terjadi tepatnya di dekat terminal PT Pada Idi di Desa Luwe Hulu.</p>
<p>Menurut eks Pimpinan SKK Migas, ground flaring menimbulkan emisi lingkungan hidup yang cukup besar. &#8220;Karena yang terbakar volumenya lumayan besar dan pasti ada emisi karbon,&#8221; ujarnya kepada Indonesiawatch.id.</p>
<p>Sumber <strong>Indonesiawatch.id</strong> tersebut menjelaskan bahwa Blok Bangkanai Kalimantan Selatan, yang dikelola MEBL, awalnya tidak didesain untuk menghasilkan kondensat, tetapi gas. &#8221; Lapangan itu tidak didesain untuk menghasilkan liquid condy tapi awalnya dry gas,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Setelah masuk tahap produksi, lapangan Bangkanai ternyata menghasilkan kondensat. &#8220;Jadi fasilitas penampungannya tidak cukup,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, untuk menghindari kehilangan produksi termasuk gas yang dipasok ke PLN, maka solusi untuk mengatasi kelebihan kondensat adalah dengan <em>trucking</em>. &#8220;Apalagi gas tersebut sangat dibutuhkan PLN. Solusi awal dilakukan <em>trucking</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Sumber tersebut mengatakan, penggunaan trucking juga terhambat. Akibatnya sulit memperbanyak pengangkut karena akses ke Lokasi sumber kondensat yang sulit.</p>
<p>&#8220;Dengan trucking cukup (untuk mengatasi kelebihan kondensat). Hanya medannya untuk jalan menuju lokasi berat sekali. Kalau musim hujan, truknya tidak mudah lewat sehingga terpaksa &#8220;ground flaring&#8221; atau stop produksi, pilihannya,&#8221; ujarnya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/medco-diduga-langgar-keputusan-rapat-dengan-skk-migas/">Medco Diduga Langgar Keputusan Rapat dengan SKK Migas</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/medco-diduga-langgar-keputusan-rapat-dengan-skk-migas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Medco Bungkam atas Kebakaran Tugboat yang Akibatkan Korban Tewas</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/medco-bungkam-atas-kebakaran-tugboat-yang-akibatkan-korban-tewas/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/medco-bungkam-atas-kebakaran-tugboat-yang-akibatkan-korban-tewas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2024 06:25:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kondensat terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[medco]]></category>
		<category><![CDATA[NCW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2200</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – General Manager PT Medco Energy Bengkanai Limited (MEBL) Barito Utara, Luki Tjahjadi...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/medco-bungkam-atas-kebakaran-tugboat-yang-akibatkan-korban-tewas/">Medco Bungkam atas Kebakaran Tugboat yang Akibatkan Korban Tewas</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> General Manager PT Medco Energy Bengkanai Limited (MEBL) Barito Utara, Luki Tjahjadi bungkam. Pihak Medco tidak menjawab surat yang dilayangkan DPW Nasional Corruption Watch (NCW) Kalteng melalui Surat Nomor 030/DPW-NCW/KT/VII/2024 tanggal 12 Juli 2024.</p>
<p>Isi surat itu menyoroti tentang kejadian insiden terbakarnya tugboat yang mengakibatkan meninggal dunianya beberapa orang di Sungai Barito. Kejadian terjadi tepatnya di dekat terminal PT Pada Idi di Desa Luwe Hulu yang telah digunakan oleh PT Kimia Yasa untuk memuat kondensat dari PT Medco Energy Bengkanai Limited (MEBL).</p>
<p>NCW mempertanyakan pernyataan MEBL saat Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Barito Utara pada 11 Juni 2024 lalu. NCW Kalteng juga sudah pernah mengirim surat resmi kepada Balai Gakkum LHK Kalimantan pada 6 Juli 2023.</p>
<p>&#8220;Terkait mempertanyakan izin kelengkapan izin lingkungan PT Kimia Yasa sesuai aturan perundang undangan,&#8221; ungkap Ketua DPW NCW Kalteng, Badian dalam surat tersebut.</p>
<p>Menurut Badian, saat itu Kepala Balai Pengamanan &amp; Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan, David Muhammad S.Sos, .M.H merespon. Dalam surat resmi tanggal 17 November 2023 ke NCW, disebutkan bahwa berdasarkan pemeriksaan balai, ternyata PT Kimia Yasa telah mempunyai dokumen berupa Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan &amp; Pemantauan Lingkungan (SPPL) jenis usaha terminal curah cair BBM dari Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Utara dengan nomor : 494 990/Sek/AMDAL/XII/2015.</p>
<p>Namun, sependek pengetahuan Badian, SPPL yang terbit itu untuk kegiatan usaha warteg dan pembangunan kompleks perumahan dan pertokoan. &#8220;Nah kalau untuk kegiatan angkutan cair kondensat dan BBM yang mudah terbakar sepertinya gak bisalah?&#8221; katanya.</p>
<p>Kemudian dari rekaman video yang beredar luas tersebut, lanjut Badian, pihaknya mendengar bahwa MEBL telah menyatakan penunjukan PT Kimia Yasa sebagai Pembeli Kondensat bagian Negara. Mekanismenya dengan &#8220;Beauty Contest&#8221; menurut Pedoman Tata Kerja yang diterbitkan oleh SKK Migas.</p>
<p>&#8220;Mohon kami mendapatkan penjelasan kapan dan dimana PT MEBL telah melakukan proses Beauty Contest penjualan kondensat bagian Negara, mohon disebutkan siapa saja perusahaan yang ikut dalam proses tersebut?&#8221; ungkap Badian.</p>
<p>Selain itu, NCW Kalteng juga menanyakan, dari acara RDP di depan Wakil Rakyat terungkap bahwa aktifitas PT Kimia Yasa dalam mengangkut kondensat dari lokasi Wilayah Kerja PT MEBL belum memiliki izin lengkap.</p>
<p>&#8220;Sehingga ada saran dari Wakil Rakyat untuk menghentikan sementara aktifitas PT Kimia Yasa yang berpotensi mengancam nyawa masyarakat sekitarnya, apa sikap PT. MEBL atas sikap Wakil Rakyat?&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Apakah kegiatan PT Kimia Yasa dalam mengangkut kondensat dari PT MEBL di terminal Desa Luwe Hulu Sungai Barito sudah memiliki Izin khusus dari Ditjen Perhubungan Laut sesuai aturan Perundang-undangan?&#8221; lanjut NCW Kalteng.</p>
<p>NCW Kalteng menyatakan telah menemukan adanya dugaan pembakaran kondensat di Wilayah Kerja Migas Bengkanai PT MEBL. Meskipun mereka pernah mendapat informasi bahwa Menteri ESDM terhitung November 2023 telah menetapkan tidak boleh lagi ada kegiatan &#8220;ground flaring&#8221; di Wilayah Kerja Bengkanai.</p>
<p>&#8220;Bagaimana sikap PT MEBL terhadap kabar peredaran kondensat secara illegal di sekitar terminal Desa Luwe dan Lahei diduga berasal dari PT Kimia Yasa yang bisa dianggap sebagai pemicu insiden ledakan yang tentunya ke depan menjadi kekhawatiran warga sekitar,&#8221; lanjut NCW Kalteng.</p>
<p>NCW Kalteng pun menyatakan telah memiliki bukti-bukti kuat ada beberapa kali kegiatan &#8220;ground flaring&#8221; di Wilayah Kerja PT MEBL, akan tetapi kami akan kami check ulang apakah terjadi setelah atau sebelum larangan Menteri ESDM tersebut.</p>
<p>Namun sayang, hingga tenggat waktu yang dinyatakan NCW Kalteng untuk memperoleh jawaban dari MEBL, yakni pada 16 Juli 2024, GM MEBL malah bungkam dan tak menggubris pertanyaan NCW Kalteng yang ditembuskan ke Menteri ESDM, Menteri LHK, Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Migas, SKK Migas, DPRD Kabupaten Barito Utara dan PT Kimia Yasa.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/medco-bungkam-atas-kebakaran-tugboat-yang-akibatkan-korban-tewas/">Medco Bungkam atas Kebakaran Tugboat yang Akibatkan Korban Tewas</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/medco-bungkam-atas-kebakaran-tugboat-yang-akibatkan-korban-tewas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-29 22:47:49 by W3 Total Cache
-->