Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Ekonomi

Tanri Abeng Pernah Dipanggil PM Mahathir Saat Mau Bentuk Superholding Khazanah

Avatarbadge-check


					Menteri BUMN Pertama Republik Indonesia, Tanri Abeng telah berpulang pada 23 Juni 2024 (IW grafis/ Biofarma). Perbesar

Menteri BUMN Pertama Republik Indonesia, Tanri Abeng telah berpulang pada 23 Juni 2024 (IW grafis/ Biofarma).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Menteri BUMN Pertama Republik Indonesia, Tanri Abeng meninggal pada 23 Juni 2024. Dia meninggalkan banyak legasi untuk Indonesia, khususnya dalam pengembangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Bahkan, Tanri Abeng pernah dipanggil Perdana Menteri Malaysia, Mohamad Mahathir pada tahun 2000 ketika hendak membentuk Superholding Khazanah, BUMN Malaysia. Menurut Toto Pranoto, Pengamat BUMN dari Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia (LMFEBUI), hal tersebut diketahuinya ketika berdiskusi dengan Tanri Abeng.

“Dalam kesempatan diskusi dengan Pak Tanri Abeng, pernah disampaikan bahwa dia pernah dipanggil oleh PM Mahathir Mohamad Malaysia pada sekitar awal 2000 untuk diminta sharing tentang pengelolaan BUMN di Indonesia. Hasil diskusi ini mungkin menjadi salah satu input keputusan pemerintah Malaysia membentuk superholding Khazanah di 2003,” kenang Toto.

Bagi Toto, Tanri Abeng merupakan sosok yang memberikan fondasi bagi pengelolaan BUMN yang lebih modern di Indonesia. “Dia adalah konseptor yang membuat masterplan pengelolaan BUMN Indonesia di tahun 2000 dan menjadi cikal bakal pembentukan Holding Company BUMN,” ujarnya.

Menurut Toto, gagasan Tanri Abeng terus dipakai sampai dengan pemerintahan presiden Jokowi. “Sebagai Menteri BUMN pertama, langkah besar dalam penyelamatan BUMN yang sedang sakit seperti Garuda Indonesia dilakukan dengan cukup sistematis,” katanya.

Toto juga menceritakan strategi Tanri Abeng, merancang merger 4 bank pemerintah menjadi 1 Bank Mandiri. “Itu didiskusikan pada masa Tanri Abeng. Sayang periode dia yang pendek sebagai Menteri BUMN di bawah presiden Habibie, membuat kesempatan bagi beliau dalam eksekusi masterplan BUMN menjadi sangat terbatas,” Toto menceritakan.

Beberapa point penting lainnya yang menjadi legasi Tanri Abeng, kata Toto, adalah Tanri Abeng menjadi generasi pertama eksekutif Indonesia yang memimpin di perusahaan multinasional pada era awal 1970an. “Waktu itu (Tanri Abeng) di Union Carbide Indonesia,” kata Toto.

[red]

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)
Populer Berita Hukum