Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Ekonomi

Trump Menang Pilpres, Bos BI Beberkan Dampaknya ke Ekonomi RI

Avatarbadge-check


					Gubernur BI Perry Warjiyo (Doc. Bareksa) Perbesar

Gubernur BI Perry Warjiyo (Doc. Bareksa)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membeberkan tiga dampak yang bakal dirasakan Indonesia jika Donald Trump menang dan terpilih menjadi presiden Amerika Serikat (AS).

Perry menyebut, BI terus memantau penurunan suku bunga termasuk Fed Funds Rate (FFR). Namun, pergerakan tersebut dipengaruhi ketegangan geopolitik dunia yang sangat tinggi. “Kita melihat, monitoring hari ini, perkembangan pemilu di AS yang perhitungan sementaranya Trump itu unggul dan (melihat) prediksi-prediksi dari pasar,” ujar Perry dalam keterangannya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu, 6 November 2024.

Menurutnya, BI sudah membangun sejumlah analisis dan prediksi terkait dampak langsung dan tidak langsung keterpilihan presiden baru Indonesia terhadap ekonomi domestik. “Kami juga melihat kemungkinan-kemungkinan akan menyebabkan mata uang dolar (AS) itu akan kuat. Suku bunga Amerika (FFR) itu akan tetap tinggi dan tentu saja perang dagang juga masih berlanjut,” katanya.

Ia menegaskan kondisi global tersebut akan berdampak ke seluruh negara. Dinamika di AS turut terasa sampai ke negara emerging market atau ekonomi berkembang termasuk Indonesia.

Perry membeber tiga dampak jika Trump terpilih menjadi Presiden AS. Pertama, adanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Kedua, BI menyebut ada potensi tekanan kepada arus modal. Ketiga, Perry mengantisipasi pengaruh terhadap ketidakpastian di pasar keuangan.

“Ini yang harus kita respons secara hati-hati. BI terus menyampaikan komitmen menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (serta) bersinergi erat dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK),” pungkasnya.

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update