Dari aspek manajemen, sambung Tutuka, Dirjen Migas juga perlu memiliki kepemimpinan dalam mengelola kegiatan, proyek dan administrasi yang sesuai regulasi. “Diperlukan kemampuan kepemimpinan pengelolaan kegiatan dan projek serta administrasi yang baik dan benar,” ujarnya.
Untuk mendukung semuanya, Tutuka berharap, Dirjen Migas yang baru nanti bisa mengembangkan Direktorat Jenderal Migas KESDM yang berintegritas tinggi. Dan jika terpilih, Dirjen Migas bisa lebih peduli terhadap permasalahan migas yang terjadi di masyarakat.
“Untuk mendukung tugas diperlukan kemampuan dalam mengembangkan institusi dengan integritas tinggi, bekerjasama di lingkungan internal dan pihak luar, serta peduli terhadap permasalahan migas yang terjadi masyarakat umum,” pungkasnya.
Saat ini ada 7 pelamar yang lulus seleksi admnisitrasi. Mereka adalah Agus Cahyono Adi (Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM), Alimuddin Baso (Sekretaris Ditjen Migas) dan Noor Arifin Muhammad (Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas).
Lalu ada Laode Sulaeman Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas KESDM) dan Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam (Kepala Biro sumber daya manusia (SDM) Kementerian ESDM) serta Patuan Alfon Simanjuntak (Sekretaris BPH Migas).
Sementara dari luar Kementerian ESDM ada nama Tubagus Nugraha (Asisten Deputi Pertambangan di Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kemenko Marves).
[red]






