Menu

Dark Mode
RUPSLB Bank Mandiri & Anak Riza Chalid Telat Mendapat Kabar Bencana Sumatera, Prabowo Perlu Radical Break Ada Apa dengan Rencana RUPSLB Bank Mandiri Bayang Kekuasaan yang Tak Kunjung Usai Pemko Tangerang Diduga Diskriminasi Sekolah PAUD yang Raih Prestasi Nasional Hampir 3 Tahun Pemekaran Papua, Anggota DPD RI: Belum Ada Perubahan Signifikan

Energi

Tutuka Ariadji: Dirjen Migas Baru Harus Mengembangkan Institusi dengan Integritas Tinggi

Avatarbadge-check


					Mantan Dirjen Migas, Tutuka Ariadji. Perbesar

Mantan Dirjen Migas, Tutuka Ariadji.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Kementerian ESDM sedang melaksanakan seleksi terbuka pemilihan Direktur Jenderal Minyak dan Gas baru. Salah satu kursi panas Tingkat Eselon 1 di pemerintah pusat ini, sudah lebih 3 bulan kosong.

Menurut mantan Dirjen Migas, Tutuka Ariadji, saat ini dibutuhkan sosok Dirjen Migas yang bisa bekerja di masa transisi energi. “Dimana energi fosil lambat laun akan digantikan dengan energi terbarukan,” ujar Tutuka kepada Indonesiawatch.id, (07/08).

Menurutnya, sosok Dirjen Migas baru harus memiliki minimal kompetensi mengenai subsurface. “Itu diperlukan untuk memahami dan mencari solusi operasional terhadap permasalahan, turunnya produksi minyak, memerlukan penemuan cadangan baru baik dari eksplorasi di development block atau wilayah baru,” katanya.

Sosok Dirjen Migas baru, kata Tutuka, juga perlu memahami penerapan teknologi untuk meningkatkan perolehan dari cadangan yang ada. “Memahami penerapan teknologi peningkatan perolehan dari cadangan yang ada (misalnya) yang dikenal dengan Enhanced Oil Recovery,” ujarnya.

Dirjen Migas periode November 2020 sampai Mei 2024 ini menambahkan, bahwa sosok Dirjen Migas baru juga harus memahami penanganan dampak lingkungan yang muncul dari aktivitas eksplorasi dan eksploitasi. “Harus memahami penanganan dampak lingkungan seperti Amdal dan emisi CO2,” katanya

Itu tentang hulu. Sementara di bagian hilir, kata Tutuka, Dirjen Migas terpilih diharapkan memahami dan bisa menjadi pemecah masalah pengadaan dan distribusi produk BBM dan LPG. Pasalnya, pengadaan dan distribusi di sektor migas, perlu diperhatikan agar tidak terjadi pelanggaran dan kesalahan.

“Di bagian Hilir diperlukan kemampuan memahami permasalahan dan mencari solusi pengadaan dan distribusi BBM dan LPG serta alokasi gas bumi dan LNG,” kata Guru Besar Institut Teknologi Bandung itu.

Berita Terbaru

Boyamin Saiman Apresiasi Penyidik PMJ, Temukan Ponsel Kacab BRI

23 September 2025 - 16:22 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Bin Saiman mencari Riza Chalid di Malaysia (Foto: Ist.)

Pengamat Energi: Subholding Pertamina Kebijakan Salah Menteri BUMN Era Jokowi

14 September 2025 - 19:13 WIB

Ilustrasi 5 kasus korupsi di Pertamina. (Indonesiawatch.id/Dok. Pertamina)

Ada Dugaan Penggelapan Aset, Menyeret Oknum Bank UOB & BPN

7 September 2025 - 14:46 WIB

Ilustrasi Bank UOB. (Foto: Uskarp/Shutterstock)

Gekanas Gugat Bahlil Lahadalia karena RUPTL PLN 2025-2034

3 September 2025 - 13:25 WIB

Dilema Bayangan Jokowi yang Masih Membekas di Pemerintahan

30 August 2025 - 11:45 WIB

Populer Berita News Update