Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Energi

Tutuka Ariadji: Dirjen Migas Baru Harus Mengembangkan Institusi dengan Integritas Tinggi

Avatarbadge-check


					Mantan Dirjen Migas, Tutuka Ariadji. Perbesar

Mantan Dirjen Migas, Tutuka Ariadji.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Kementerian ESDM sedang melaksanakan seleksi terbuka pemilihan Direktur Jenderal Minyak dan Gas baru. Salah satu kursi panas Tingkat Eselon 1 di pemerintah pusat ini, sudah lebih 3 bulan kosong.

Menurut mantan Dirjen Migas, Tutuka Ariadji, saat ini dibutuhkan sosok Dirjen Migas yang bisa bekerja di masa transisi energi. “Dimana energi fosil lambat laun akan digantikan dengan energi terbarukan,” ujar Tutuka kepada Indonesiawatch.id, (07/08).

Menurutnya, sosok Dirjen Migas baru harus memiliki minimal kompetensi mengenai subsurface. “Itu diperlukan untuk memahami dan mencari solusi operasional terhadap permasalahan, turunnya produksi minyak, memerlukan penemuan cadangan baru baik dari eksplorasi di development block atau wilayah baru,” katanya.

Sosok Dirjen Migas baru, kata Tutuka, juga perlu memahami penerapan teknologi untuk meningkatkan perolehan dari cadangan yang ada. “Memahami penerapan teknologi peningkatan perolehan dari cadangan yang ada (misalnya) yang dikenal dengan Enhanced Oil Recovery,” ujarnya.

Dirjen Migas periode November 2020 sampai Mei 2024 ini menambahkan, bahwa sosok Dirjen Migas baru juga harus memahami penanganan dampak lingkungan yang muncul dari aktivitas eksplorasi dan eksploitasi. “Harus memahami penanganan dampak lingkungan seperti Amdal dan emisi CO2,” katanya

Itu tentang hulu. Sementara di bagian hilir, kata Tutuka, Dirjen Migas terpilih diharapkan memahami dan bisa menjadi pemecah masalah pengadaan dan distribusi produk BBM dan LPG. Pasalnya, pengadaan dan distribusi di sektor migas, perlu diperhatikan agar tidak terjadi pelanggaran dan kesalahan.

“Di bagian Hilir diperlukan kemampuan memahami permasalahan dan mencari solusi pengadaan dan distribusi BBM dan LPG serta alokasi gas bumi dan LNG,” kata Guru Besar Institut Teknologi Bandung itu.

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)
Populer Berita Hukum