Pembangunan di sektor penegakan hukum, demokrasi dan HAM, Jokowi sebagai anak kandung reformasi, justru telah menjadi Malin Kundang yang berkhianat terhadap cita-cita reformasi. Sejumlah daftar kebijakan Jokowi yang mengakibatkan kualitas hukum, demokrasi dan HAM terpuruk.
Diantaranya cawe-cawe Presiden pada Pemilu 2024 Arogansi Presiden mengusung anaknya sebagai Cawapres dengan mengintervensi MK, menggunakan politik sandera untuk melengserkan lawan politik.
Memanfaatkan anggaran dan fasilitas negara untuk memenangkan Paslon No 2, menguasai perangkat Pemilu untuk mendukung Paslon no 2, mengganti Ketua Umum Partai Golkar dengan cara-cara illegal dan menempatkan pimpinan boneka.
Era kepimpinan Jokowi dalam kurun waktu 10 tahun, menyajikan realita “jauh panggang dari api” dan “kura-kura dalam perahu”. Rakyat selama 10 tahun, bukan saja kehilangan kesempatan untuk meraih hidup lebih baik, tapi harus menanggung beban dieksploitasi oleh pemangku kebijakan dan tersihir oleh gendam Jokowi yang memiliki ilmu kanuragan “Nawa cita”. Keberlangsungan hidup negara ini, hanya dibiayai dari hutang dan pajak rakyat.
Sri Radjasa MBA
-Pengamat Intelijen









