Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Minerba

Pemerintah Gaungkan Lagi Gasifikasi Batubara, Eks Dirjen Minerba: Dagelan, Studi Kelayakannya tidak Ekonomis

Avatarbadge-check


					Ilustrasi tambang batubara. Perbesar

Ilustrasi tambang batubara.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Pemerintah mulai menggaungkan kembali program gasifikasi batubara menjadi dimethyl ether (DME). Eks Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Simon Felix Sembiring menyebut, program tersebut hanya dagelan.

Pasalnya, kata Simon, program hilirisasi batubara itu tidak ekonomis. Hal ini ditunjukkan dari hengkangnya perusahaan asal Amerika Serikat yaitu Air Products and Chemicals, Inc dari proyek gasifikasi batubara di tambang Sumatera Selatan.

Baca juga:
Staf Ahli Kementerian ESDM: Tambang Eks PKP2B untuk Ormas Keagamaan, tidak Perlu Masuk WPN

Ketika itu, Air Products Bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina (Persero) membentuk konsorsium proyek. Belakangan Air Products mundur, dan kelanjutan proyek masih jalan di tempat.

Dari informasi yang diperolehnya, Simon mengatakan bahwa program gasifikasi batubara di Sumatera Selatan tidak ekonomis. “Ternyata hasil studi kelayakan, itu sudah tidak ekonomis. Tapi ini kan politis,” ujarnya kepada Indonesiawatch.id (04/11).

Selain di tambang Sumatera Selatan, Air Products juga batal menggarap program gasifikasi batubara menjadi etanol di Kalimantan bersama perusahaan Bakrie Grup, yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.

Simon menilai keluarnya Air products dari konsorsium Bakrie juga karena hasil studi kelayakan menunjukkan tidak ekonomis. “Itu semua dagelan. Karena studinya tidak visible,” ujarnya.

Menurut Simon, ada sebuah kepentingan tersembunyi, ketika program hilirisasi Batubara digaungkan kembali sekarang. Pasalnya dari awal program ini tidak layak. “Pasti ada sesuatu ini muncul lagi (hilirisasi batubara). Mana studi kelayakannya, ditunjukkan dong. Makanya jangan omon-omon,” katanya.

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update