Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Internasional

Pilpres AS Makin Panas! Elektabilitas Trump dan Harris Terpaut 0,9 Persen

Avatarbadge-check


					Trump vs Harris di Sesi Debat Capres (Doc. REUTERS) Perbesar

Trump vs Harris di Sesi Debat Capres (Doc. REUTERS)

Washington D.C, Indonesiawatch.id – Dua kandidat presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Kamala Harris masih bersaing ketat menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) AS yang akan digelar pada Selasa, 5 November 2024. Bahkan, elektabilitas Trump dan Harris hanya terpaut tipis 0,9 persen.

Berdasarkan data survei terkini yang dihimpun FiveThirtyEight, Harris sedikit unggul dari Trump dengan elektabilitas 47,9 persen per Minggu (3/11). Trump membuntuti dengan elektabilitas 47 persen.

Persentase tersebut adalah elektabilitas umum secara nasional yang dihimpun dari lembaga-lembaga survei kredibel di AS. Sebagai catatan, AS tidak menggunakan persentase suara secara nasional untuk menentukan pemenang pilpres.

AS menganut sistem electoral college yang menentukan pemenang melalui banyaknya electoral votes (dewan elektoral) yang dimenangkan. Jumlah dewan elektoral di setiap negara bagian di AS berbeda-beda tergantung populasi.

Diketahui, terdapat 538 dewan elektoral di 50 negara bagian AS. Kandidat presiden perlu mengamankan setidaknya 50+1 suara atau 270 dewan elektoral untuk memenangkan pemilihan.

Ketatnya elektabilitas Trump dan Harris membuat Pilpres AS 2024 akan ditentukan oleh suara dari negara bagian mengambang (swing states). Negara bagian mengambang adalah daerah dengan mayoritas pemilih yang tidak didominasi oleh Partai Demokrat ataupun Republikan.

Terdapat tujuh negara bagian yang disebut sebagai negara bagian mengambang di AS, yakni Pennsylvania, Georgia, North Caroina, Michigan, Arizona, Wisconsin, dan Nevada. Ketujuh negara bagian tersebut memiliki total 93 dewan elektoral yang diperebutkan.

Sementara itu, 43 negara bagian lain diketahui menjadi basis suara Demokrat dan Republikan dan diperkirakan menghasilkan suara yang tidak berbeda jauh dari hasil survei.

Profesor ilmu politik di University of Massachusetts Amherst, Raymond La Raja menilai suara negara bagian Pennsylvania akan krusial untuk menentukan hasil Pilpres AS 2024.

Trump diperkirakan dapat memenuhi ambang batas 270 suara dewan elektoral jika berhasil memenangkan suara Pennsylvania. Negara bagian ini tercatat memiiki 19 dewan elektoral.

Di sisi lain, Harris harus menembus “tembok biru” untuk mencapai ambang batas menang pemilu. “Tembok biru” yang dimaksud adalah tiga negara bagian yang menjadi basis suara capres Demokrat hingga Pilpres AS 2016 yakni Pennsylvania, Michigan, dan Wisconsin.

“Jika Harris ingin menang tipis, dia harus mengamankan apa yang kita sebut sebagai tembok biru, Pennsylvania dan Wisconsin,” kata Raymond La Raja dikutip Al Jazeera.

Ketiga negara bagian “tembok biru” masih menjadi arena persaingan ketat antara Harris dan Trump jelang pemilihan. Berdasarkan survei terkini, Trump unggul tipis 0,7 poin di Pennsylvania, sedangkan Harris unggul tipis 0,6 poin di Wisconsin dan 0,8 poin di Michigan.

[red]

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)
Populer Berita Hukum