Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Hukum

Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di “Pabrik” UIN Alauddin

Avatarbadge-check


					Polres Gowa menyita mesin cetak yang diduga digunakan untuk mencetak uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar. (Indonesiawatch.id/Ist) Perbesar

Polres Gowa menyita mesin cetak yang diduga digunakan untuk mencetak uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar. (Indonesiawatch.id/Ist)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, mengatakan, harga mesin cetak canggih yang digunakan komplotan uang palsu di UIN Alauddin sangat fantastis, yakni Rp600 juta.

‎“Khusus untuk mesin cetaknya dibelinya di Surabaya tapi barang dari Cina, nilainya Rp600 juta, harganya,” kata dia dalam konferensi pers dikutip pada Jumat, (20/12).

Ia menjelaskan, mesin cetak canggih ini menghasilkan uang palsu yang susah dibedakan dengan uang asli karena ada sejumlah ciri seperti yang terdapat pada uang asli.

‎“Ini cukup teliti dan kalau kita lihat nanti dengan sinar ultraviolet itu, uangnya muncul itu tanda-tanda air. Nah, ini sekarang masih kami proses untuk kita lebih lanjut,” katanya.

Selain mesin cetak, alat bukti yang yang telah disita, penyidik juga menyita sejumlah alat bukti lainnya, yakni sparepart mesin, kaca pembesar, lampu rekam, dan lain sebagainya. “Jumlahnya total ada 98 ini,” katanya.

Ia juga menyebut bukan hanya mesin cetak yang dibeli dari Cina, namun sejumlah bahan baku atau material untuk mencetak atau memproduksi uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin tersebut juga dibeli dari Cina‎.

“Untuk [bahan] uang kertasnya, itu juga impor, beli dari Cina, supaya bahan bakunya juga, tinta dan sebagainya, belinya dari Cina,” kata dia.

Polres Gowa telah menetapkan 17 orang tersangka dalam kasus uang palsu hasil produksi “pabrik” di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin Makassar, Sulsel, tersebut.

Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.
[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan

23 October 2026 - 12:36 WIB

Penasehat Khusus Presiden Datangi Sidang Gabriel di PN Jakarta Utara (Ist.)

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)
Populer Berita Hukum