Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Hukum

Tersangka Kasus Uang Palsu UIN Alauddin Bertambah jadi 19 Orang

Avatarbadge-check


					Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, menyampaikan, penyidik menyita triliunan rupiah uang palsu hasil produksi Perbesar

Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, menyampaikan, penyidik menyita triliunan rupiah uang palsu hasil produksi "pabrik" di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin. (Indonesiawatch.id/Ist)

Gowa, Indonesiawatch.id –‎ Polres Gowa ‎telah menambah 2 tersangka kasus sindikat uang palsu hasil pabrikan di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar. Salah satunya adalah pengusaha dan politisi Annar Salahuddin Sampetoding.

“Sudah 19 orang ditetapkan sebagai tersangka,” kata AKBP Reonald Truly Sohumuntal Simanjuntak, Kapolres Gowa, pada Minggu, (29/12).

Baca juga:
Polisi Jaga Ketat Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka ‎Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin

Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) merupakan salah satu pelaku utama pencetakan uang palsu. Dia juga diduga sebagai penyandang dana pembelian mesin cetak canggih dari Cina seharga Rp600 juta.

Nama ‎ASS mencuat setelah penyidik Pores Gowa menangkap dua tersangka, yakni Muhammad Syahruna dan John Biliater Panjaitana di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Namun Reonald belum bersedia menyampaikan peran ASS dalam sindikat uang palsu dan pabriknya di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar terebut.

“Kalau untuk prosesnya, nanti kan kita periksa lagi yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujarnya.

Polres Gowa menetapkan Annar Salahuddin Sampetoding sebagai tersangka kasus uang palsu pada Sabtu, (28/12), setelah memeriksanya selama 2 hari.

Namun, ketika akan dilakukan penahanan, kondisi kesehatan ASS menurun sehingga dibawa ke RS Bhayangkara Makassar pada Sabtu malam. Penahanannya dibantarkan hingga kondisinya membaik.

Reonald menyampaikan, pihaknya juga masih mengejar dua buronan yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus sindikat uang palsu pabrikan Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar itu.

Namun orang nomor satu di Polres Gowa itu enggan merinci identitas dan peran dari kedua DPO tersebut. Ia hanya memastikan bahwa pihaknya tengah memburu mereka.

“Masih ada dua DPO yang masih kita kejar,” ujar Reonald kepada wartawan.
[red]

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo

5 August 2026 - 07:55 WIB

Daftar kekayaan kandidat Kapolri pengganti Listyo Sigit Prabowo (Sumber: LHKPN KPK; diolah)

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)
Populer Berita Hukum