Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Energi

Beda dengan Klaim Bahlil, Menkeu Sebut Produksi Minyak Gagal Target APBN 2024, Cuma 517,7 Ribu BPH

Avatarbadge-check


					Beda dengan Klaim Bahlil, Menkeu Sebut Produksi Minyak Gagal Target APBN 2024, Cuma 517,7 Ribu BPH. Perbesar

Beda dengan Klaim Bahlil, Menkeu Sebut Produksi Minyak Gagal Target APBN 2024, Cuma 517,7 Ribu BPH.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Produksi minyak terangkut atau lifting minyak nasional gagal target di 2024. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN 2024, (06/01).

Sri Mulyani mengatakan realisasi produksi minyak nasional hanya sebesar 571,7 ribu barel per hari (update di November). Angka tersebut lebih rendah dari target APBN yang diasumsikan 635 ribu BPH. “Produksi minyak di bawah asumsi,” ujarnya.

Baca juga:
Menteri ESDM Klaim Produksi Minyak Meningkat dalam 2 Bulan

Kondisi ini menambah rapor gagal target pemerintah dalam produksi minyak. Pasalnya kinerja lifting nasional di 2023 juga gagal target.

Realisasi produksi minyak pada 2023 hanya 605,5 ribu barel per hari. Capaian tahun lalu tersebut masih di bawah target lifting dalam APBN 2023 sebesar 660 ribu BPH.

Mundur lagi ke 2022, juga sama. realisasi lifting minyak di hanya 612,3 ribu BPH. Gagal target dari yang direncanakan sebesar 703 ribu BPH.

Lalu di 2021, capaian lifting minyak sebesar 660,3 ribu BPH. Tahun 2021 juga gagal target, karena diasumsikan lifting minyak 2021 dipatok sebesar 705 ribu BPH.

Baru-baru ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim selama 2 bulan terakhir, lifting dalam negeri meningkat. Bahkan kata Bahlil, mencapai 600 ribu barel per hari (bph).

“Kami juga laporan kepada teman-teman bahwa lifting kita 2 bulan terakhir, lifting kita 2 bulan terakhir ini sudah naik di angka 600 ribu barel per day, 2 bulan terakhir ya,” jelas Bahlil dalam Konferensi Pers di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/1/2025).

Anehnya, klaim Bahlil berbeda dengan data realisasi Kementerian Keuangan. Sri Mulyani mengatakan lifiting minyak cuma 517,7 ribu BPH.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara

16 May 2026 - 20:11 WIB

Yusri Usman, Direktur Eksekutif CERI

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk
Populer Berita Hukum