Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Opini

Erick Thohir Bawa BUMN Peringkat Pertama Liga Korupsi Internasional

Avatarbadge-check


					Sri Radjasa MBA, Pemerhati Intelijen Perbesar

Sri Radjasa MBA, Pemerhati Intelijen

Jakarta, Indonesiawatch.id – Erick Thohir ternyata lebih piawai memimpin BUMN ketimbang memimpin PSSI. Terbukti BUMN menduduki peringkat pertama pada klasemen sementara liga korupsi internasional.

Sementara PSSI untuk menjadi juara membutuhkan bantuan negara mantan penjajah, itupun masih jauh dari harapan. Erick Thohir hanya berbekal sukses menjadi even organizer (EO) pada acara pesta kemenangan Jokowi sebagai presiden.

Kemudian karirnya melejit memegang jabatan menteri BUMN sejak 2019 dan jabatan lainnya. Hanya berbekal pengalaman yang seadanya, maka tidak heran jika dikalkulasi kasus korupsi di BUMN sepanjang kepemimpinan Erick Thohir.

Diperkirakan kerugian negara akibat perampokan oleh pejabat BUMN sekitar lebih dari Rp. 1000 Triliun. Mengakibatkan IPK Indonesia 34 di bawah Timor Leste yaitu 43.

Ternyata apa yang terjadi di BUMN tidak paralel dengan semboyan “BUMN hadir untuk negeri”. Karena faktanya “BUMN hadir merongrong negeri”.

Bagaimana tidak, BUMN itu ibarat manusia yang dilahirkan dengan berbagai fasilitas mewah, penyertaan modal negara yang digelontorkan kepada BUMN sangat fantastis, dalam rangka untuk memperoleh keuntungan untuk memperkuat keuangan negara.

BUMN yang dilahirkan sebagai anak yang dibesarkan dengan berbagai fasilitas kemewahan, ternyata memiliki tabiat lebih jahat dari malin kundang, tidak saja mendurhakai ibu pertiwi tapi menjarah warisan ibu pertiwi milik anak cucu bangsa ini.

Mencermati sepak terjang BUMN dibawah nakhoda Erick Thohir, apakah Erick Thohir yang layak menyandang predikat sebagai malin kundang, tetap bercokol di atas singgasana BUMN.

Pertanyaan yang menggelitik, namun tidak mengedepankan akal sehat. Jika realitas BUMN sudah hancur lebur, bukan lagi pertanyaan yang diajukan, tapi lebih tepat adalah sebuah pernyataan “Ganti Erick Thohir dan bertanggung jawab secara hukum”. Sejatinya penghianatan terhadap bangsa dan negara, adalah perbuatan paling nista dalam konteks kehidupan berbangsa bernegara.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

3 May 2026 - 19:19 WIB

Ilustrasi tagar.

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)
Populer Berita Opini