Menu

Dark Mode
Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

Opini

Erick Thohir Bawa BUMN Peringkat Pertama Liga Korupsi Internasional

Avatarbadge-check


					Sri Radjasa MBA, Pemerhati Intelijen Perbesar

Sri Radjasa MBA, Pemerhati Intelijen

Jakarta, Indonesiawatch.id – Erick Thohir ternyata lebih piawai memimpin BUMN ketimbang memimpin PSSI. Terbukti BUMN menduduki peringkat pertama pada klasemen sementara liga korupsi internasional.

Sementara PSSI untuk menjadi juara membutuhkan bantuan negara mantan penjajah, itupun masih jauh dari harapan. Erick Thohir hanya berbekal sukses menjadi even organizer (EO) pada acara pesta kemenangan Jokowi sebagai presiden.

Kemudian karirnya melejit memegang jabatan menteri BUMN sejak 2019 dan jabatan lainnya. Hanya berbekal pengalaman yang seadanya, maka tidak heran jika dikalkulasi kasus korupsi di BUMN sepanjang kepemimpinan Erick Thohir.

Diperkirakan kerugian negara akibat perampokan oleh pejabat BUMN sekitar lebih dari Rp. 1000 Triliun. Mengakibatkan IPK Indonesia 34 di bawah Timor Leste yaitu 43.

Ternyata apa yang terjadi di BUMN tidak paralel dengan semboyan “BUMN hadir untuk negeri”. Karena faktanya “BUMN hadir merongrong negeri”.

Bagaimana tidak, BUMN itu ibarat manusia yang dilahirkan dengan berbagai fasilitas mewah, penyertaan modal negara yang digelontorkan kepada BUMN sangat fantastis, dalam rangka untuk memperoleh keuntungan untuk memperkuat keuangan negara.

BUMN yang dilahirkan sebagai anak yang dibesarkan dengan berbagai fasilitas kemewahan, ternyata memiliki tabiat lebih jahat dari malin kundang, tidak saja mendurhakai ibu pertiwi tapi menjarah warisan ibu pertiwi milik anak cucu bangsa ini.

Mencermati sepak terjang BUMN dibawah nakhoda Erick Thohir, apakah Erick Thohir yang layak menyandang predikat sebagai malin kundang, tetap bercokol di atas singgasana BUMN.

Pertanyaan yang menggelitik, namun tidak mengedepankan akal sehat. Jika realitas BUMN sudah hancur lebur, bukan lagi pertanyaan yang diajukan, tapi lebih tepat adalah sebuah pernyataan “Ganti Erick Thohir dan bertanggung jawab secara hukum”. Sejatinya penghianatan terhadap bangsa dan negara, adalah perbuatan paling nista dalam konteks kehidupan berbangsa bernegara.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati Intelijen

Berita Terbaru

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

3 May 2026 - 19:19 WIB

Ilustrasi tagar.

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)

Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

28 February 2026 - 15:24 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba
Populer Berita Opini