Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Opini

Apakah Jokowi Masih Miliki Nama Baik?

Avatarbadge-check


					Sri Radjasa MBA Perbesar

Sri Radjasa MBA

Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Potret hukum di negeri ini, kembali menoreh prestasi menumbangkan kebenaran suara rakyat. Inilah negara penyembah berhala kekuasaan, kebenaran hanya keluar dari mulut penguasa.

Penegak hukum leluasa mempermainkan nasib rakyat kecil, demi menutupi aib kebobrokan penguasa. Kasus ijazah Jokowi yang terang benerang dibuktikan palsu, tetapi tetap saja oleh pihak kepolisian diutak atik, demi menutupi kebohongan Jokowi.

Intervensi kekuasaan hukum terhadap kasus ijazah palsu Jokowi, telah menjungkir balikan azas keadilan dan rasa aman bagi publik yang menyuarakan kebenaran. Dengan dalih “pencemaran nama baik Jokowi”, aparat penegak hukum secara serampangan memberangus suara kebenaran dan keadilan.

Kemudian publik keheranan bertanya, masih adakah nama baik Jokowi yang sejak awal memimpin negeri ini, telah melakukan kebohongan secara masif. Kemana mobil Esemka yang katanya telah dipesan ratusan unit, kemana uang Rp11.ooo triliun yang katanya ada dikantongnya.

Belum lagi soal pembangunan IKN dan kereta cepat, tanpa mengusik APBN, kemudian soal anak-anaknya yang tidak akan terjun ke politik. Praktik politik sandera yang mengakibatkan terjadinya mega korupsi di jajaran institusi negara dan BUMN.

Masih sederet dosa Jokowi, mengkriminalisasi orang-orang tidak bersalah, dan menciptakan konflik internal di kubu TNI dan Islam, demi ketamakan jokowi untuk menjadi single power di republik ini.

Jokowi telah memecah belah pilar-pilar kekuatan penyanggah kedaulatan negara dan bangsa ini seperti TNI dan Islam, kemudian membangun sel-sel kekuatan, dengan memberdayakan kelompok relawan, sebagai enclave perlawanan untuk menghancurkan lawan politik Jokowi dengan menghalalkan segala cara.

Jokowi telah mengintrodusir strategi komunisme untuk mempertahankan kekuasaannya. Lantas dimana letak nama baik jokowi yang saat ini dibackingi oleh aparat hukum. Negara ini telah berada diambang kerusakan massif, hanya untuk menyelamatkan nama baik jokowi yang sesungguhnya hanya kebohongan belaka.

Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis

Berita Terbaru

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)

Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

28 February 2026 - 15:24 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba

Sudah Saatnya Mengganti Menteri Kesehatan

20 February 2026 - 18:23 WIB

Sri Radjasa MBA, Pemerhati Intelijen

Lawan Praktik Serakahnomics di Program MBG Melalui Koperasi Desa Merah Putih

17 February 2026 - 12:57 WIB

Para siswa mengikuti kegiatan MBG (Sumber: diolah)
Populer Berita Opini