Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Opini

Jokowi, Kebohongan dan Pengkhianatan

Avatarbadge-check


					Sri Radjasa MBA, Pemerhati Provinsi Daerah Istimewa Aceh (Istimewa). Perbesar

Sri Radjasa MBA, Pemerhati Provinsi Daerah Istimewa Aceh (Istimewa).

Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Negara-negara di dunia tengah belomba mencari solusi, untuk mensejahterakan dan memberikan perlindungan untuk memperoleh keadilan terhadap rakyatnya.

Di Indonesia, para penyelenggara negara berlomba merampas hak politik, hukum dan ekonomi rakyatnya. Negara yang merdeka didasarkan oleh nilai Pancasila, tetapi pemimpinnya berperilaku sebagai penjajah atas bangsanya sendiri.

Sepuluh tahun dibawah rezim Jokowi, seluruh hajat hidup rakyat porak poranda akibat otoritarian personality jokowi. Bagaimana Jokowi memulai menapaki karirnya hingga duduk disinggasana kekuasaan negara, dengan kebohongan dan pengkhianatan terhadap negara.

Baru 6 bulan menjabat sebagai Walikota Solo, Jokowi membuka pintu bagi masuknya kepentingan AS, melalui kerjasama dengan dua agen CIA atas nama Pierangelo dan David S. Williams, untuk mengontrol keradikalan ustadz abubakar baasir.

Jokowi dinilai AS berhasil meredam keradikalan Abubakar Baasir, hal tersebut terbukti dari bocoran kawat diplomatik dari Dubes AS di Jakarta, Cameron R. Hume kepada Pentagon sesuai bocoran website Wikileaks berjudul “Solo, From Radical To Tourist Heaven.”

Penundukan diri Jokowi pada permintaan agen CIA yang mendatangi dirinya adalah salah satu faktor yang membuat Amerika memutuskan Jokowi sebagai kandidat pemimpin boneka Amerika di Indonesia selanjutnya, dan untuk itu Amerika memutuskan “mematangkan” Jokowi sebagai “calon pemimpin nasional” dengan mengirim Luhut Panjaitan.

Menjelang Pemilu sekitar bulan agustus 2014, menurut pengakuan seorang tokoh adat Papua Barat, Jokowi berkunjung ke Brisbane Australia, menemui Prof Damiens Kingsbury seorang ahli disintegrasi, dalam rangka menyerahkan dokumen proposal “referendum papua barat”.

Sebagaimana diketahui bahwa reputasi Prof Damiens Kingsbury adalah Int’l advisor dari fretilin, saat jajak pendapat Timor Timor. Kingsbury juga int’l advisor untuk gerakan separatis di Indonesia seperti GAM dan OPM. Upaya jokowi tersebut, jelas tindakan penghianatan terhadap kedaulatan Indonesia.

Bentuk kejahatan Jokowi terhadap negara dan bangsa Indonesia tidak berhenti disitu. Paska merebut kursi presiden RI, Jokowi secara terukur terus mengumbar kebohongan demi kebohongan yang mengakibatkan bangsa ini terbelah.

Lebih ironis lagi Jokowi menggunakan strategi komunis, melemahkan pilar-pilar penyanggah kedaulatan negara yaitu islam dan TNI serta membangun kekuatan perlawanan dengan membangun system sel, melalui mempertahankan kelompok relawan sebagai ujung tombak kekuatan Jokowi.

Begitu terang benerangnya kejahatan jokowi terhadap negara dan bangsa Indonesia, tapi mengapa instrumen hukum dan keamanan yang berada di bawah kekuasaan presiden Prabowo, masih menjadi garda terdepan pelindung Jokowi.

Bahkan tidak segan-segan memberangus suara kebenaran yang datang dari rakyat. Kepada bapak presiden Prabowo hendaknya berhati-hati, karena akan membayar mahal ketika membiarkan bola salju kemarahan rakyat terhadap Jokowi sang penghianat negara.

Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis

Berita Terbaru

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)

Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

28 February 2026 - 15:24 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba

Sudah Saatnya Mengganti Menteri Kesehatan

20 February 2026 - 18:23 WIB

Sri Radjasa MBA, Pemerhati Intelijen

Lawan Praktik Serakahnomics di Program MBG Melalui Koperasi Desa Merah Putih

17 February 2026 - 12:57 WIB

Para siswa mengikuti kegiatan MBG (Sumber: diolah)
Populer Berita Opini