Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)
Jakarta, Indonesiawatch.id – Giring salah satu tokoh Partai Solidaritas Indonesia, pada momentum ulang tahun PSI, mendeklarasikan ide Jokowisme. Giring tidak menjelaskan apakah Jokowisme adalah way of life atau ideology.
Menurut Partai Solidaritas Indonesia, Jokowisme adalah sebuah ikhtiar untuk mendefinisikan paham, corak, dan langgam kepemimpinan yang dibangun Jokowi dalam menjalankan pemerintahan.
Mengukur Jokowisme akan lebih relevan jika ditempatkan dalam konteks mengukur posisi kekuasaan ketika berhadapan dengan isu Keadilan. Ada dimana Jokowisme dalam merespon isu penting ini. Jokowisme adalah menifestasi gagasan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Mari kita amati aspek keadilan jika Jokowisme adalah ukuran melihat kekuasaan berhadapan dengan keadilan dan manifestasi gagasan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rencana kenaikan PPN 12 % ini sangat tidak memberi rasa keadilan bagi rakyat, padahal dari kenaikan PPN tersebut, perolehan negara tidak sampai Rp 100 Triliun.
Mengapa Jokowi tidak menerapkan pajak ekspor batu bara, pendapatan negara dapat mencapai Rp 200 Triliun. Inilah kebijakan ekonomi yang berpihak kepada oligarki dan investor tambang. Belum lagi sederet kasus hukum yang merupakan produk politik Jokowi, sehingga tidak sedikit orang yang tidak bersalah harus masuk bui, akibat syahwat kekuasaan Jokowi yang begitu besar.
Jokowisme menitikberatkan target pembangunan fisik sebagai upaya mengatasi pemerataan pembangunan. Tujuan pembangunan nasional adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, tak semata-mata dilihat dari pembangunan fisik.
Apa artinya pembangunan ribuan kilo meter jalan, kalau rakyat tetap miskin. Kemudian program bansos di era Jokowi, belum dijadikan mekanisme terpadu di dalam pengelolaan ekonomi menjadi jaring pengaman sosial (social safety net).
Peningkatan anggaran bansos tidak terbukti mampu meningkatkan angka harapan hidup manusia di Indonesia.
Jokowisme adalah bentuk pembodohan terhadap rakyat dan pemutarbalikan sejarah bangsa. Jika jokowi dijadikan bapak bangsa, kita telah berkhianat kepada perjuangan para pendiri bangsa ini, dengan kualitas negarawan yang tidak diragukan.
Apakah kita akan menyerahkan citra bangsa Indonesia kepada sosok jokowi yang dianugrahkan predikat pemimpin negara terkorup didunia oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project.
Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis










