Menu ✖

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Opini

Umpatan Relawan Jokowi Kepada Presiden Atas Kebijakan Reshuffle Kabinet

Avatarbadge-check


					Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA. Perbesar

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Kebijakan reshuffle kabinet yang menyasar kepada Menteri eks Jokowi, seperti Menteri Koperasi Budi Arie, ternyata telah memicu amarah kelompok relawan Jokowi kepada Presiden Prabowo. Kemarahan itu disampaikan melalui laman media sosial.

Aksi kemarahan relawan Jokowi, diantaranya diucapkan oleh Yanes Yosua Frans ketua ormas wira lentera jiwa, sebelumnya bernama we love Jokowi. Narasi kemarahan relawan Jokowi, dipandang memiliki muatan ancaman terhadap martabat presiden Prabowo. Sikap protes keras atas dicopotnya budi arie, sebagai kebijakan arogan presiden dengan memanfaatkan hak prerogatifnya. Pihak relawan mengganggap budi arie tidak memiliki kesalahan korupsi.

Relawan Jokowi juga melontarkan tuduhan kepada Presiden Prabowo sebagai pemicu aksi kerusuhan yang baru lalu. Kebijakan presiden Prabowo yang memangkas aliran anggaran ke daerah dan pajak yang terus naik, menjadi faktor kemarahan rakyat.

Relawan Jokowi akan melawan presiden Prabowo yang dipandang sudah tidak sejalan dengan Jokowi. Pernyataan para relawan Jokowi yang bernada marah kepada presiden Prabowo, menunjukan adanya sikap politik resistensi kubu Jokowi yang berpotensi menciptakan konflik sosial.

Ternyata syahwat kekuasaan Jokowi bukan isapan jempol belaka. Pasalnya demi merebut kembali kekuasaan presiden pada 2029, Jokowi terus membangun enclave basis massa militan yang siap digerakan untuk membela Jokowi dan Gibran.

Oleh sebab itu terpangkasnya simpum-simpul kekuatan Jokowi di kabinet merah putih, seperti dicopotnya budi arie sebagai Menteri koperasi, dipandang sebagai ancaman serius terhadap maneuver Jokowi untuk merebut kembali kursi presiden ke pangkuan dinasti Jokowi.

Di sisi lain tereliminasinya budi arie dari lingkaran kekuasaan, patut diduga telah memutus mata rantai, suplay dukungan dana dari judol yang selama ini menjadi sumber dana, bagi kelangsungan hidup para relawan Jokowi.

Mencermati dinamika politik nasional yang rentan oleh konflik social, dibutuhkan sikap tegas, keras dan terukur dari presiden Prabowo. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka menjaga martabat dan marwah presiden Indonesia.

Rongrongan pihak relawan Jokowi dipandang sudah melampaui etika berpolitik dan memberi kesan mendikte kebijakan Presiden Prabowo. Dalam rangka membersihkan krikil dalam sepatu kekuasaan Prabowo, agar segera presiden Prabowo melakukan bersih-bersih di institusi hukum terutama jajaran Polri.

Karena selama ini pimpinan Polri lebih mencerminkan sebagai algojo Jokowi untuk mengkriminalisasi lawan politik Jokowi, ketimbang menjadi penegak hukum yang tunduk kepada kebijakan presiden Prabowo.

Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis

Berita Terbaru

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

3 May 2026 - 19:19 WIB

Ilustrasi tagar.

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)
Populer Berita Opini