Menu

Dark Mode
Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

Opini

Ada Apa dengan Rencana RUPSLB Bank Mandiri

Avatarbadge-check


					Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen).
Perbesar

Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen).

Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)

Jakarta, Indonesiawatch.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengundang para pemegang saham Perseroan untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan secara elektronik pada 19 Desember 2025.

Rencananya RUPSLB akan membahas 3 agenda. Diantaranya persetujuan perubahan anggaran dasar perseroan, agenda selanjutnya adalah pendelegasian kewenangan persetujuan rencana kerja dan anggaran perusahaan tahun 2026. Dan agenda terakhir adalah membahas mengenai perubahan susunan pengurus perseroan.

Ada beberapa hal menarik, mengenai rencana penyelenggaraan RUPSLB Bank Mandiri, jika dikaitkan dengan posisi Dirut Bank Mandiri Riduan yang baru menjabat beberapa hari dan merebaknya kredit bermasalah yang diajukan oleh PT Jenggala Maritim Nusantara milik Muhammad Kerry Adrianto (putra sang god father gazolin), sebesar 50 juta dollar US.

Masalah tersebut terangkat ke permukaan, ketika commercial banking center manager Aditya Redho Ichsanoputra, diperiksa sebagai saksi dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina.

Aditya memberikan keterangan bahwa PT Jenggala Maritim Nusantara baru didirikan dua bulan, kemudian mengajukan kredit 50 juta dollar US. Pengajuan kredit dilakukan dua tahap, pertama pada April 2023, kedua pada juli 2023.

Menurut beberapa sumber terpercaya, berkembang rumor soal pengangkatan Riduan sebagai Dirut Bank Mandiri dan langsung menggelar RUPSLB Bank Mandiri, karena dipandang mampu untuk mengamankan dugaan kasus kredit bermasalah PT JMN milik Kerry dan sekaligus diduga menjadi algojo untuk menyingkirkan jajaran direksi yang dipandang menjadi ancaman dalam mengamankan dugaan kasus kredit bermasalah PT JMN milik Kerry, dengan memanfaatkan legitimasi RUPSLB yang mencantumkan agenda perubahan susunan pengurus perseroan.

Terkait isu tersebut, tentunya sikap jajaran Direksi Bank Mandiri, patut dicurigai sebagai bentuk pembangkangan terhadap perintah presiden Prabowo untuk membersihkan segera korupsi di BUMN .

Sebagai Dirut baru Bank Mandiri, Riduan seharusnya memberi prioritas pada penanganan dugaan kasus kredit bermasalah senilai 50 juta dollar US yang melibatkan PT JMN milik Kerry, bukan sibuk untuk melakukan hal-hal yang tidak menjadi kebutuhan mendesak, seperti perubahan susunan pengurus perseroan.

Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis

Berita Terbaru

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

3 May 2026 - 19:19 WIB

Ilustrasi tagar.

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)

Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

28 February 2026 - 15:24 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba
Populer Berita Opini