Menu

Dark Mode
Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

Politik

Adu Tarung Andika Perkasa-Ahmad Luthfi di Pilkada Jawa Tengah

Avatarbadge-check


					Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa (Doc. Detik) Perbesar

Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa (Doc. Detik)

Jakarta, Indonesiawatch.id – PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi mengusung mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa dan Mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi untuk maju dalam Pilkada Jawa Tengah (Jateng).

Rekomendasi nama Andika-Hendrar disampaikan secara langsung oleh Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawatisoekarnoputri dalam acara Pengumuman Bakal Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah Gelombang Tiga di Kantor DPP PDIP Jakarta pada Senin, 26 Agustus 2024.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengumumkan secara resmi pengusungan tersebut di hadapan kader partai dan awak media. “Dari Provinsi Jawa Tengah, Jenderal TNI Purn Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi,” ujar Hasto Kristiyanto.

Sinyal Andika bakal diusung partai banteng moncong putih di Pilkada Jateng sebelumnya sempat disampaikan sejumlah elite PDIP, termasuk Hasto hingga Ganjar Pranowo. Ganjar mengatakan, peluang Andika diusung PDIP terbuka lebar karena ia saat ini merupakan kader PDIP.

Alasan lain, Andika memiliki latar belakang militer sehingga berpotensi disiapkan untuk menantang Ahmad Luthfi yang berlatar belakang polisi dan didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM). “Bahwa ada background itu mungkin bisa menjadi pertimbangan tapi yang utama bukan itu, karena Pak Andika sekarang masuk PDIP, dia anggota,” kata Ganjar.

Andika merupakan mantan Panglima TNI yang pada Pilpres 2024 lalu resmi bergabung dengan PDIP. Di Pilpres 2024, ia didapuk menjadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo. Di Pilgub Jateng, menantu dari mantan Kepala BIN A.M Hendropriyono itu akan bertarung dengan Ahmad Luthfi yang diusung Partai Gerindra.

Gerindra memasangkan Komjen Ahmad Luthfi dengan politikus PPP Taj Yasin Maimoen di Pilgub Jateng. Keputusan Gerindra tersebut menggugurkan rencana mereka mengusung putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep sebagai Cawagub Jateng karena belum cukup umur untuk ikut melenggang di Pilkada 2024.

Pemerhati Politik Emrus Sihombing menyatakan, keputusan PDIP mengusung Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa di Pilkada Jateng sebagai keputusan yang tepat. Menurutnya, Andika sudah memiliki popularitas dan tingkat keterkenalan yang baik di publik mengingat posisinya yang pernah menjabat Panglima TNI.

“Ini juga suatu kejutan dari sisi kepangkatan, biasanya para kandidat calon kepala daerah provinsi biasanya pensiunan bintang dua atau bintang tiga, ini [Jenderal] bintang empat, yang pernah memimpin nomor satu di TNI, menjadi kandidat di Jawa Tengah,” ujar Emrus Sihombing ketika dihubungi Indonesiawatch.id.

Ia mencatat preseden di mana Letjen TNI (Purn.) Edy Rahmayadi menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut) periode 2018-2023 yang waktu itu diusung Partai Gerindra. Andika memiliki tiket maju di Pilgub Jateng karena ia sudah tercatat sebagai kader partai. Hal ini berbeda dengan Anies Baswedan yang dikabarkan akan diusung PDIP tapi belum berstatus sebagai kader partai.

“Andika Perkasa sudah jadi kader di PDI Perjuangan, sudah punya KTA (Kartu Tanda Anggota). Artinya, bahwa PDI Perjuangan mencalonkan beliau di kandang banteng. Maknanya adalah PDI Perjuangan mengirim kader terbaik untuk bisa bertarung di sana untuk memenangkan Pilkada,” kata Emrus.

Founder Gogo Bangun Negeri (Gobari), Lembaga Survey & Konsultan Komunikasi Politik memprediksi, KIM yang mengusung Ahmad Luthfi akan mengalami penurunan elektoral setelah Jenderal Polisi bintang tiga batal berduet dengan Kaesang Pangarep.

“Karena itu, Andika Perkasa berpeluang menang di sana, karena Luthfi tidak lagi full team, karena full team-nya Kaesang. Itu pasti mempengaruhi elektabilitas. Dengan dikirimnya kader luar biasa dari PDIP saya melihat kandang banteng tetap akan menjadi kandang banteng di Pilkada Jawa Tengah,” pungkasnya.

[red]

Berita Terbaru

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Populer Berita News Update